

SARGA.CO—Racing Hearts, web series persembahan SARGA.CO, menyuguhkan kisah cinta yang tumbuh di tengah dunia pacuan kuda. Di balik dinamika stable dan misi menyelamatkan warisan keluarga, hadir romansa penuh emosional antara dua karakter yang bertolak belakang, Nadira dan Arga.
Ungkapan “Cinta bisa tumbuh di mana saja” nyatanya bisa terjadi di stable pacuan kuda. Racing Hearts menyuguhkan kisah tak biasa yang mengajak penonton menyelami dunia pacuan kuda lebih dalam. Web series ini juga mengangkat dinamika sebuah stable pacuan kuda, dibumbui dengan kisah cinta yang tumbuh pelan tapi pasti di antara Nadira (Valerie Thomas) dan Arga (Dion Wiyoko).
Dipertemukan dalam situasi tak terduga, keduanya hadir sebagai dua pribadi yang kontras. Kendati demikian, chemistry mereka langsung terasa sejak episode pertama. Kisah antara Nadira dan Arga bukan sekadar romansa klise, tapi juga dibalut dengan drama emosional yang intens. Pasalnya, terdapat rencana tersembunyi yang mengancam misi penyelamatan stable warisan keluarga Nadira.
Latar pacuan kuda yang tak biasa, menjadi kekuatan utama Racing Hearts, di mana cinta tumbuh perlahan di tengah konflik. Tak hanya itu, terdapat gesekan sekaligus ketertarikan antar tokoh utama yang kian membara. Bagi pencinta drama romance dengan sentuhan berbeda, web series ini layak dijadikan tontonan yang ringan, namun tetap bermakna.
Episode perdana Racing Hearts dibuka dengan langkah ragu namun penuh tekad dari Nadira. Ia merupakan pewaris sebuah stable pacuan kuda yang kembali ke kampung halamannya setelah bertahun-tahun menetap di luar negeri.
Kepulangannya bukan tanpa alasan. Sang ayah, Roman Sujudi, jatuh sakit dan mempercayakan pengelolaan stable kepada Nadira.
Sayangnya, stable pacuan kuda itu berada di ambang kehancuran. Hanya ada dua pilihan, menjualnya ke pihak lain atau mencari investor baru guna mempertahankan keberlangsungan stable.
Kedua pilihan itu berisiko menghapus identitas asli stable keluarga mereka. Di tengah tekanan dan keterbatasan waktu, Nadira memilih satu hal, berjuang menyelamatkan stable milik ayahnya.
Saat berjuang menyelamatkan stable, Nadira bertemu Arga, seorang pelatih kuda yang telah lama bekerja di stable sang ayah. Arga merupakan sosok yang rasional dan tertutup, sementara Nadira datang dengan idealismenya yang keras dan cukup emosional.
Perbedaan karakter mereka memicu ketegangan, dari debat sengit soal pola perawatan kuda hingga gesekan kecil yang justru memperkuat dinamika di antara keduanya. Perlahan, Nadira mulai melihat sisi menarik dalam diri Arga, meski Arga sendiri tampak menyimpan sesuatu.
Langkah Pertama tak hanya membuka konflik eksternal soal penyelamatan stable pacuan kuda, tetapi juga menandai awal ketertarikan diam-diam antara Nadira dan Arga.
Episode perdana ini menjadi fondasi kuat bagi kisah yang menjanjikan. Bukan sekadar tentang mempertahankan stable milik keluarga, tapi juga soal harga diri, dan mungkin masalah hati di antara keduanya.
Keunikan alur cerita berlatar belakang pacuan kuda, sukses menyempurnakan episode pertama. Hal itu dirasakan oleh Meita dan Nicho ketika ditemui pada kesempatan pemutaran perdana web series Racing Hearts di event SARGA Festival. Keduanya menilai web series ini menjadi tontonan yang wajib untuk diikuti di setiap episode-nya.
“Untuk alurnya cukup menarik, ya. Cukup plot twist juga,” ungkap Meita.
“Padahal penayangannya di YouTube, ya. Tapi visualisasinya udah sekelas film di bioskop,” Nicho menambahkan.
Selain menyajikan visual yang memukau serta alur cerita yang menarik, Racing Heart web series juga menyelipkan pesan edukatif yang membuka wawasan penonton tentang dunia pacuan kuda. Hal ini dirasakan langsung oleh Hisain, salah satu penonton yang turut hadir dalam penayangan perdana di event SARGA Festival.
“Saya kan termasuk orang awam, yang nggak tahu pacuan kuda itu seperti apa. Jenis-jenis kudanya kayak gimana, perawatannya seperti apa. Dari web series ini membuat saya jadi lebih berminat untuk lebih tahu, kira-kira sektor pacuan kuda itu seperti apa, sih? Sepertinya menarik banget, nih,” ungkapnya.
Web series Racing Heart berhasil menarik perhatian berbagai kalangan. Tentunya, hal itu membuktikan bahwa cerita bertema pacuan kuda bisa dikemas secara menarik, emosional, sekaligus informatif.
Perpaduan antara drama, edukasi, dan sinematografi yang kuat membuat penonton tidak sabar untuk mengikuti episode selanjutnya.
Jika episode pertama membangun fondasi konflik dan emosi, episode kedua mulai memutar tali yang mengikat emosi penonton lebih dalam.
Arga kini lebih terbuka. Ia berfokus melatih kuda utama di stable milik keluarga Nadira dan membangun harapan baru untuk race besar yang akan datang.
Di tengah rutinitas latihan dan persiapan balap, muncul momen-momen kecil seperti senyum singkat dan percakapan spontan antara Arga dan Nadira. Siapa sangka, interaksi sederhana antar keduanya itu menyisipkan nuansa romantis yang ringan, tapi cukup membuat jantung penonton berdebar.
Sayangnya, suasana itu tak bertahan lama. Episode ini mengungkap sisi gelap dari masa lalu Arga dan kehadiran Reza, rival yang bukan hanya mengancam stable keluarga Nadira, tapi juga perasaannya.
Aroma pengkhianatan mulai terasa, dan Nadira terjebak antara kepercayaan dan ambisi. Di sinilah pertanyaannya muncul, apakah rasa yang mulai tumbuh di antara Nadira dan Arga cukup kuat untuk dipertahankan?
Web series ini menjanjikan lebih dari sekadar cerita cinta penuh romansa. Sebab, ada strategi, tekanan, ambisi, dan keputusan-keputusan besar di tengah atmosfer dunia pacuan kuda yang jarang diangkat di layar kaca Indonesia.
Bagi Anda pencinta drama dengan sentuhan sporty dan chemistry yang tumbuh perlahan namun mengena, Racing Hearts pantas masuk daftar tontonan Anda.
Saksikan web series Racing Hearts. Eksklusif hanya di YouTube SARGA.CO.
Install SARGA.CO News
sarga.co