SARGA.CO - Dari tribun penonton, suara gemuruh balapan terasa megah dan menggetarkan. Namun di balik kecepatan dan tenaga luar biasa, ada sesuatu yang jarang dipikirkan orang: apa yang sebenarnya dilihat kuda pacu saat mereka berlari secepat angin?
Kuda pacu bukan hanya hewan kuat yang dilatih untuk sprint; mereka memiliki sistem visual yang unik, sangat berbeda dari manusia. Melihat dunia dari ketinggian hampir dua meter, persepsi mereka terhadap warna, gerakan, dan bahaya membentuk cara mereka merespons lintasan.
Kuda memiliki mata terbesar di antara mamalia darat. Letak mata mereka yang berada di samping kepala memberikan bidang pandang sekitar 340°, artinya mereka bisa melihat hampir seluruh area di sekelilingnya tanpa perlu menoleh.
Mereka hanya memiliki dua “blind spot”: tepat di belakang ekor dan sekitar 1 meter di depan hidung. Ini menjelaskan mengapa kuda bisa tampak tiba-tiba kaget atau melompat, mereka menangkap gerakan kecil di sudut pandang yang sangat luas.
Struktur retina kuda lebih sensitif terhadap gerakan horizontal. Di lintasan balap, ini sangat berguna: mereka bisa mendeteksi kuda lain yang menyalip dari samping jauh lebih cepat daripada manusia.
Namun, pandangan mereka kurang tajam dibanding manusia. Jika manusia melihat seperti video HD, kuda melihat lebih mirip resolusi sedang, cukup jelas untuk bergerak cepat, tapi tidak fokus pada detail kecil.
3. Bagaimana Kuda Melihat Warna?
Kuda bukan buta warna, tetapi mereka hanya memiliki dua jenis reseptor warna (dichromatic).
Mereka bisa melihat warna biru dan kuning. Namun kesulitan membedakan merah, oranye dan hijau tertentu. Ini menjelaskan mengapa beberapa warna rambu balap atau pagar latihan dibuat kontras agar mudah terlihat oleh mereka.
4. Kuda Melihat Lebih Terang di Kegelapan
Struktur mata mereka, seperti tapetum lucidum (yang memantulkan cahaya kembali ke retina), membuat kuda lebih mampu melihat di kondisi gelap dibanding manusia.
Namun, kelemahannya mereka butuh waktu lebih lama beradaptasi saat berpindah dari terang ke gelap atau sebaliknya.
Ini dapat membuat kuda ragu saat memasuki gate atau terowongan menuju paddock karena mata mereka belum menyesuaikan. Beberapa kuda pacu yang tampak 'mogok' atau tidak mau masuk area tertentu sering hanya sedang menyesuaikan penglihatan.
5. Perspektif Tinggi Membuat Dunia Berbeda
Kuda pacu berdiri setinggi hampir 2 meter dan ketinggian ini mengubah persepsi mereka melihat lintasan lebih jauh ke depan. Mereka bisa mengantisipasi pergerakan kuda lain dari jarak yang manusia tidak perkirakan.
Lalu sudut pandang mereka lebih sensitif terhadap pergerakan kecil. Kipas angin, bendera berkibar, bayangan yang bergeser, hal-hal kecil seperti ini dapat membuat kuda waspada.
Kemudian kuda melihat penonton sebagai “massa bergerak”. Kerumunan besar tampak seperti kumpulan bentuk yang bergerak, bukan individu. Suara dan gerakan serempak dapat memicu stres jika mereka belum terbiasa.
6. Apa yang Terjadi Saat Mereka Berlari Secepat 70 km/jam?
Ketika sprint, penglihatan kuda bekerja sama dengan insting dan memori lintasan. Mereka tidak benar-benar melihat detail di depan hidung, karena blind spot depan.
Mereka mengandalkan joki sebagai “mata depan”, merespons tekanan rein, posisi berat badan, dan suara. Mereka melihat ancaman atau lawan dari sisi, bukan depan. Inilah alasan mengapa koordinasi antara joki dan kuda sangat penting.
Bayangkan jika manusia bisa melihat seperti kuda pacu. Sudut pandang ekstra luas. Gerakan sedikit saja langsung terdeteksi. Warna yang lebih terbatas. Adaptasi lambat dari gelap ke terang. Lari secepat motor kecil dengan penglihatan tak terlalu fokus. Itulah realitas yang dialami kuda pacu di setiap garis start dan garis finis.
Kesimpulannya, mereka melihat lebih dari yang kita bayangkan.
Kuda pacu bukan sekadar mesin kecepatan, tetapi makhluk dengan persepsi unik yang membentuk cara mereka berlari dan berinteraksi dengan manusia.
(Berbagai sumber)
Install SARGA.CO News
sarga.co