SARGA.CO - Dalam dunia pacuan kuda, tidak jarang terlihat kuda yang tampil dominan sejak awal balapan, namun tiba-tiba melambat drastis menjelang garis finis. Fenomena yang kerap disebut sebagai “habis tenaga” ini menjadi salah satu momen paling krusial, dan sering kali menentukan hasil akhir lomba.
Salah satu penyebab utama kuda kehabisan tenaga adalah awal balapan yang terlalu cepat. Kuda yang dipacu agresif sejak gate dibuka cenderung menghabiskan cadangan energi lebih awal, terutama pada balapan jarak menengah dan panjang.
Meski terlihat menguntungkan di awal, strategi ini berisiko tinggi. Ketika memasuki 300–200 meter terakhir, stamina kuda tidak lagi mampu menopang kecepatan, sehingga performa menurun drastis.
Tempo balapan adalah kunci. Jika joki gagal menyesuaikan ritme dengan kondisi kuda dan lintasan, kelelahan akan datang lebih cepat. Balapan dengan tempo cepat sejak awal menuntut pengelolaan napas dan langkah yang presisi.
Joki berpengalaman biasanya menjaga kuda tetap “nyaman” hingga momen serangan. Sebaliknya, kesalahan membaca tempo sering berujung pada kehabisan tenaga di saat paling menentukan.
Karakter dan Stamina Alami Kuda
Setiap kuda memiliki karakter berbeda. Ada yang unggul dalam sprint pendek, ada pula yang kuat di jarak panjang. Ketika kuda sprint dipaksa tampil dominan di jarak lebih jauh dari kapasitasnya, penurunan stamina hampir tak terhindarkan.
Faktor genetika, usia, dan kondisi fisik harian juga sangat memengaruhi daya tahan kuda selama balapan.
Kondisi Lintasan dan Cuaca
Lintasan yang basah, berat, atau tidak rata menuntut energi ekstra. Kuda harus bekerja lebih keras untuk menjaga keseimbangan dan kecepatan. Dalam kondisi ini, kuda yang biasanya kuat pun bisa tampak kehabisan tenaga lebih cepat dari perkiraan.
Cuaca panas juga menjadi tantangan tersendiri. Suhu tinggi mempercepat dehidrasi dan meningkatkan beban kerja tubuh kuda.
Persiapan dan Manajemen Latihan
Faktor di balik layar seperti program latihan, pemulihan, dan nutrisi berperan besar dalam menjaga stamina kuda. Kuda yang kurang optimal dalam persiapan atau terlalu sering bertanding tanpa waktu istirahat cukup berisiko mengalami penurunan performa di fase akhir balapan.
Trainer memiliki peran penting dalam menentukan kapan kuda siap tampil maksimal dan kapan perlu jeda kompetisi.
Tak hanya fisik, kondisi mental kuda juga berpengaruh. Kepadatan lintasan, persaingan ketat, dan tekanan dari kuda lain dapat membuat kuda cepat kehilangan fokus dan ritme, yang pada akhirnya berdampak pada stamina. (Sumber: Idol Horse, America's Best Racing)
Install SARGA.CO News
sarga.co