SARGA.CO - Di dunia pacuan kuda Indonesia, hanya sedikit nama yang sanggup melewati batas antara sekadar juara dan legenda. Salah satunya adalah Manik Trisula, kuda betina jragem G3 kelahiran 25 September 1998, yang pada 2002 mengukir namanya sebagai kuda pertama dalam sejarah yang meraih gelar Triple Crown Indonesia.
Manik Trisula lahir dari persilangan berkualitas: pejantan Swift John, Thoroughbred asal Australia, dan indukan Putri Solo II, kuda G2 yang juga dikenal memiliki tenaga panjang. Dengan kombinasi tersebut, Manik memiliki modal genetik ideal untuk menjadi kuda jarak menengah jauh.
Dipoles oleh Ir. Febrius A. dan dinaiki joki muda penuh potensi, A. Suhara, Manik Trisula tumbuh di bawah bendera Pamulang Stable, mewakili asa pacuan Sumatera Barat. Sebelum turun di pentas nasional, Manik Trisula menang di beberapa balapan lokal ranah Minang.
Dari 1.200 Meter hingga 1.850 Meter: Dominasi Tanpa Celah
Untuk meraih Triple Crown Indonesia, seekor kuda harus menjuarai tiga seri balapan dengan jarak berbeda. Dan Manik melakukannya dengan cara yang meyakinkan: 1.200 meter – Menang meyakinkan, menunjukkan akselerasi luar biasa.
Kemudian 1.600 meter – Menegaskan ketangguhan stamina dan konsistensi. Dan 1.850 meter (Indonesia Derby 2002) – Puncak kejayaan, sekaligus penobatan sang legenda. Di Derby 2002 inilah, kisah paling ikonik lahir.
Menurut penuturan Tuan Amris, pelatih senior yang menyaksikan langsung jalannya Derby, Manik Trisula tidak langsung mengambil posisi depan. Ia berlari dalam rombongan, menanti momen tepat.
"Namun kuda-kuda lainnya habis (tenaga). Hanya Manik yang terus berlari kencang di depan. Dan memang Triple Crown," ujar Amris dalam tayangan YouTube Baharna TV.
Saat kuda-kuda pesaing mulai melambat, Manik justru menemukan tenaga keduanya. Ia melesat, memimpin dengan mantap, dan tak pernah menoleh ke belakang.
Kemenangan itu bukan hanya milik Manik, tetapi juga milik A. Suhara yang sukses mengarahkan langkahnya, serta pelatih Ir. Febrius A. dan pemilik Trisa Y. Febrius yang mempercayai potensinya sejak awal.
Setelah pensiun, Manik Trisula melahirkan dua anak betina: Manik Intan (2003), dari pejantan Long War, dan Karina (2006), dari pejantan Sabeil.
(Sumber: YouTube Baharna TV, Studbook.or.id)
Install SARGA.CO News
sarga.co