SARGA.CO - Salah satu kenangan terindah bagi para penggemar olahraga kuda pacuan di Indonesia pada tahun ini adalah lahirnya kuda peraih Triple Winnner Indonesia. Di lapangan pacuan kuda Sultan Agung DI Yogyakarta, gelar yang terakhir kali direbut pada tahun 2014 akhirnya pecah.
Adalah King Argentin, kuda jantan warna hitam yang berhasil memecahkan rekor yang baru dua kali diraih kuda pacuan Indonesia pada tahun 2004 dan 2014.
Dengan joki Jemmy Runtu, kuda dari King Halim Stable ini merebut tiga gelar di seri Indonesia's Derby dalam rangkaian Indonesia's Horse Racing (IHR) 2025.
Gelar pertama diraihnya pada kejuaran IHR: Triple Crown Serie 1 sejauh 1.200 meter. Diwarnai aksi dramatis, King Argentin sempat tergelincir di awal namun berhasil bangkit dan memimpin di 200 meter terakhir.
Kematangan kuda milik Kusnadi Halim ini makin terlihat di kejuaran IHR: Triple Crown Serie 2 dengan jarak 1.600 meter. Dengan strategi mengatur tempo secara presisi, King Argentin mampu menyalip lawan di tikungan akhir.
Puncaknya terjadi di gelaran IHR: Indonesia Derby 2025, yang berlangsung pada 27 Juli 2025 dengan jarak 2.000 meter. King Argentin tampil begitu memukau, meski sempat tertinggal di posisi kelima.
Kekuatan dan kecepatan King Argentin ternyata tak lepas dari garis keturunannya yang banyak diisi kuda-kuda juara dunia.
Lahir pada 25 Agustus 2021 di Pasuruan, Jawa Timur, King Argentin adalah kuda jantan trah KP6. Dengan warna khas hitam Jragem, ia langsung mencuri perhatian setiap kali masuk arena lintasan.
Kesan yang terasa karena dalam darah King Argentin mengalir silsilah para kuda dari keturunan elite. Induknya, Princess Missoni, mewariskan darah kuda pacu kelas dunia.
Bahkan King Argentin masih memiliki hubungan darah dengan Secretariat, legenda pacuan kuda Amerika sekaligus peraih American Triple Crown pada tahun 1973. Secretariat meraih 16 kemenangan dari 21 kali balapan.
Hadiah uang yang terkumpul lebih dari US$ 1,3 juta serta rekor catatan waktu di 3 seri Triple Crown yang belum terpatahkan.
Dari jalur pejantan, King Argentine memiliki kakek buyut dari kuda Argentina, Lord At War yang lahir tahun 1980, serta Long Ward dari Amerika Serikat yang lahir pada 1994. Sementara 'ayah' King Argentin adalah Agrippa dari Indonesia yang lahir pada tahun 2007.
Sementara dari jalur betina, King Argentin masih memiliki keturunan dari buyut Princeless Gem (1963) dan Lady Winborne (1976) dari Amerika Serikat. Darah keturunan Indonesia mulai hadir dari neneknya bernama Mahkota Putri Aria yang lahir pada tahun 2006.
Perkawinan Mahkota Putri Aria dengan Long War dari Amerika inilah yang melahirkan ibu King Argentin bernama Princess Missoni pada tahun 2015.
King Argentin juga menyimpan darah juara yang menghubungkannya dengan TM Opera O, salah satu kuda pacu legendaris Jepang.
Dalam silsilahnya, ia mewarisi garis keturunan berpengaruh dari Blushing Groom dan Nasrullah, dua nama besar yang meninggalkan jejak kuat di dunia pacuan kuda internasional.
Install SARGA.CO News
sarga.co