SARGA.CO - Di lintasan pacu, kecepatan bukan sekadar soal laju kuda, tetapi juga tentang keberanian mengambil posisi sejak awal. Sosok Agung Saidil dikenal sebagai joki muda yang piawai mengendalikan kuda sprinter bertipe front runner, menjaga ritme sejak start hingga garis finis.
Perjalanan Agung menuju level nasional bukan proses instan. Joki asal Tasikmalaya, Jawa Barat ini telah menapaki dunia pacuan kuda sejak usia sangat belia. Bahkan, saat masih duduk di kelas 3 sekolah dasar, Agung sudah akrab dengan pelana dan lintasan pacu.
“Dari kecil memang sudah cinta sama kuda. Di kampung saya juga banyak peternak dan pecinta kuda, jadi tumbuh besar di lingkungan yang mendukung jadi joki,” ujar Agung mengenang awal perjalanannya saat berbincang dengan SARGA.CO, beberapa waktu lalu.
Lingkungan yang lekat dengan budaya berkuda membentuk insting balap Agung sejak dini. Ia belajar membaca karakter kuda, memahami momen start, dan mengatur kecepatan, kemampuan krusial bagi joki yang sering dipercaya menunggang kuda dengan gaya menyerang dari depan.
Ketekunan tersebut perlahan membawanya menapaki jenjang kompetisi yang lebih tinggi. Dari lintasan daerah hingga kejuaraan nasional, Agung membuktikan dirinya bukan sekadar joki muda berbakat, tetapi juga sosok yang konsisten menjaga performa di tengah persaingan ketat.
Puncak prestasi penting dalam kariernya datang pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh–Sumatera Utara 2024. Pada ajang olahraga nasional tersebut, Agung sukses mempersembahkan medali emas kelas D jarak 1.400 meter serta medali perak kelas B jarak 1.200 meter. Raihan itu menjadi tonggak penting yang mengukuhkan namanya di level pacuan nasional.
Kini, Agung Saidil terus melangkah dengan tekad yang sama seperti saat pertama kali mengenal kuda di kampung halamannya. Dengan karakter berani, disiplin tinggi, dan keahlian membaca ritme balap, ia menjadi salah satu joki sprinter yang patut diperhitungkan di lintasan pacu Indonesia.
Install SARGA.CO News
sarga.co