SARGA.CO - Kunci rahasia kemenangan kuda Naga Sembilan di kelas bergengsi Star of Stars Indonesia's Horse Racing (IHR) Tahun 2025 akhirnya terungkap. Lewat persaingan sengit jelang finish, kuda Naga Sembilan yang terkenal memiliki karakter berlari dari belakang akhirnya membungkam anggapan banyak orang yang menempatkannya sebagai underdog dalam perebutan gelar tersebut.
"Alhamdulillah, pertarungan sangat sengit kemarin itu, walaupun kita diunderdog-kan, Alhamdulillah kita bisa juara satu," ujar Bagus Haryanto pemilik Red Stone Stable saat wawancara dengan SARGA.CO beberapa waktu lalu.
Menurut Bagus, dirinya mengetahui jika banyak prediksi yang menyebut Naga Sembilan tak bisa tampil sebagai juara di kelas bergengsi tersebut. Namun, Bagus mempunya keyakinan yang sangat tinggi bahwa kuda miliknya bisa keluar menjadi juara dan mengejutkan banyak pihak.
Keyakinan itu, lanjut Bagus, disebabkan seluruh tim telah bekerja keras untuk mempersiapkan Naga Sembilan dalam kondisi terbaik saat berlomba di kelas tersebut.
"Kita sudah meyakini...meyakini dengan strategi yang bagus tentunya dan keadaan Naga 9 (yang) kita tahu, kita perhatikan, kita latih secara baik, kita kasih makan juga secara baik," ujar Bagus yang juga menjadi trainer kuda andalannya itu.
Sebelum tampil sebagai juara Star of Stars, Naga Sembilan menjalani latihan terutama dari aspek ketahanannya. Sebelum terjun di jarak 2.200 meter, Naga Sembilan sudah terbiasa berlomba di kelas 2.000 meter.
Meski hanya terpaut 200 meter, Bagus mengatakan, Naga Sembilan tetap harus dipersiapkan dengan baik. Tak hanya latihan, aspek makanan juga terus dijaga hingga waktunya perlombaan.
Pengakuan serupa juga disampaikan oleh Steven Josep, Trainer dari Naga Sembilan. Kata Steven, Naga Sembilan termasuk jenis kuda yang tidak pernah rewel dalam urusan makanan maupun berpindah kandang karena harus mengikuti perlombaan.
"Ada kuda kan (kalau) pindah kandang baru, adaptasi makannya, malas dulu. Kalau Naga Sembilan enggak. Dia pindah tempat, makannya (tetap) lahap. Jadi kita sampai sana itu pikirannya tenang. Kalau kuda makan tidak bagus pasti kondisinya kan bisa drop," ujar Steven.
Setelah semua persiapan tersebut, tim Red Stone Stable mulai merancang strategi yang akan dipakai ketika perlombaan. Salah satu yang dilakukan adalah memetakan kekuatan dari para lawan yang akan berlomba bersama Naga Sembilan.
Bahkan Bagus mengakui sering 'mengobrol' dengan Naga Sembilan jelang perlombaan. Sebagai makhluk hidup, Bagus meyakini kuda memahami ucapan manusia serta bisa merasakan kasih sayang yang diberikan oleh pemilik maupun tim dari Red Stone Stable.
"Ketika Mauris juga saya ngomong (untuk) menunjukkan rasa sayang kita (sebagai) pemilik kepada dia gitu loh. Menang ya besok," ujar Bagus menirukan ucapannya saat mengobrol dengan Naga Sembilan.
Soal strategi, Steven mengaku awalnya hanya mempersiapkan diri menghadapi persaingan dengan kuda Queen Divona dari King Halim Stable. Namun rencana itu buyar karena Queen Divona tak ikut dalam perlombaan.
Bagus menambahkan, menganggap semua kuda sebagai lawan berat adalah sikap bijaksana yang selalu diterapkannya pada seluruh tim Red Stone Stable.
"Yang bijak ya tentu menganggap semua (lawan) itu berat. Kita tinggal bagaimana melihat karakter kuda-kuda lawan itu aja, baru kita atur strategi," ujarnya.
Secara khusus, Steven sang pelatih menginstruksikan kepada Joki Ahmad Saifuddin untuk mulai membuat Naga Sembilan bekerja pada jarak 600 meter. Strategi ini diterapkan karena Naga Sembilan termasuk kuda berkarakter Lari dari Belakang yang baru mulai `panas` setelah mengikuti kuda-kuda di depannya.
Strategi yang diterapkan Steven juga mendapat lampu hijau dari Bagus Haryanto selaku pemilik. Dia menyadari Naga Sembilan tidak perlu memimpin balapan dari awal karena memiliki karakter berlari dari belakang.
Terbukti strategi yang dilakukan Red Stone Stable ampuh. Naga Sembilan berlari sesuai dengan instruksi saat menempel ketat kuda Triple S di posisi kedua. Jelang beberapa meter dari garis finish, kekuatan asli Naga Sembilan mulai keluar dengan sukses melewati Triple S dan tampil sebagai juara Star of Stars IHR 2025.
"Namanya lihat pacuan dengan kuda sendiri yang lari gitu ya, bukan hanya saya, (tapi) keluarga saya juga deg-degan semua. Anak saya yang pertama aja sampai nazar kalau Naga Sembilan menang akan menggunduli kepalanya," ungkap Bagus yang menyebut putranya sudah menunaikan nazar tersebut.
"Perasaannya kemarin pas masuk finish, aslinya sampai netes air mata, bangga toh (karena) menang," ujar Steven menambahkan.
Install SARGA.CO News
sarga.co