SARGA.CO - Kejuaraan pacuan kuda di tahun 2025 bakal meninggalkan banyak momen yang tak terlupakan. Ada yang membuat tegang, lucu, dan beberapa menjadi penanda lahirnya era baru kuda pacuan Indonesia yang lebih meriah.
Momen-momen momorabilia itu tak seluruhnya berkaitan dengan kuda pacu. Ada banyak aksi saat joki merayakan kemenangan ataupun hadirnya komunitas pecinta pacuan kuda yang membuat olahraga ini semakin dicintai banyak kalangan.
SARGA.CO merekam beberapa kejadian tak terlupkan sekaligus bukti bahwa pacuan kuda Indonesia menjadi tontonan seru sepanjang tahun 2025. Tanpa lama-lama, yuk kita langsung cek momen seru terbaik apa saja yang terjadi pada tahun ini.
Meski baru awal tahun, SARGA.CO sudah membuat gebrakan yang selama ini tak pernah hadir di event sebuah pacuan kuda. Jika biasanya para joki-joki beraksi di atas pelana kuda di sebuah gelanggang pacuan kuda, kali ini mereka dibikin tegang ketika harus tampil di atas catwalk dadakan.
Momen saat para joki menjadi model itu terekam saat SARGA.CO menggelar event Annual Kick Off: The Race of Rising Stars di La Moda, Plaza Indonesia, Jakarta pada 2 Februari 2025. Dengan konsep Indonesian Heritage Cowboy Style, event ini sebagai penanda dimulainya kalender pacuan kuda nasional 2025.
Dalam event tersebut, SARGA.CO turut mengundang para joki tampil di atas catwalk dengan busana kebesaran mereka saat berpacu. Didampingi para model asli, joki-joki ini ternyata cukup piawai dan punya kepercayaan diri saat diminta berpose di depan kamera. Jangan-jangan mereka ingin alih profesi jadi model nih?
Jalannya pacuan di rangkaian Indonesia's Horse Racing (IHR) 2025 juga tak lepas turut meninggalkan momen tak terlupakan dari para kuda pacu yang berlaga. Salah satunya terjadi di seri IHR Triple Crown Seri2 2025 yang berlangsung di Gelanggang Pacuan Kuda Tegalwaton, Semarang, Jawa tengah pada 18 Mei 2025.
Pada Race X Kelas THB LN - 1.200 M, sebanyak tiga ekor kuda bersiap untuk berlomba memperebutkan Piala Arsari Tambang berhadiah total Rp15 juta. Meski hanya diikuti 3 ekor kuda, perlombaan harus diawali dengan kerja keras dari para official di lintasan.
Adalah Cronos Eclipse, kuda dari Eclipse Stable yang terlihat nervous saat hendak dimasukkan ke dalam gate nomor 2. Awalnya petugas mencoba mengarahkan kuda jantan merah berusia 3 tahun itu masuk melalui pintu belakang gate. Namun kuda dengan joki Hesky Paendong itu menolak dengan cara menurunkan kedua kaki belakangnya ke tanah. Alhasil joki cuma pasrah melihat perilaku kudanya.
Tak menyerah, tujuh petugas kali ini mencoba mendorong kuda hasil perkawinan dari pejantan Inns of Court dan indukan Taqneyya itu masuk melalui pintu depan gate. Lagi-lagi, Cronos Eclipse `mengamuk` dan membuat suasana sempat tegang.
Cronos Eclipse sempat mengangkat kaki belakang dan menghentakkannya dan petugas terpaksa melepaskannya dari gate. Cronos Eclipse pun berlari menjauh dari gate.
Setelah 8 menit perjuangan memasukkan ke dalam gate, Cronos Eclipse akhirnya bisa berada di posisinya untuk memulai pacuan. Kuda yang awalnya nervous memulai perlombaan itu tampil sebagai pemenang setelah berhasil menyusul dan bersaing sengit jelang garis finish.
Hampir semua cabang olahraga terkena demam gaya selebrasi Pacu Jalur pada tahun 2025 ini. Tak terkecuali di kejuaraan pacuan kuda IHR Indonesia Derby 2025 yang berlangsung di Lapangan Pacuan Kuda Sultan Agung, DI Yogyakarta pada 27 Juli 2025.
Pacu Jalur adalah tradisi lomba dayung perahu panjang (jalur) khas dari Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Perlombaan tradisional ini menjadi viral dengan munculnya gerakan Aura Farming yang dilakukan bocah pemandu di ujung perahu Pacu Jalur saat merayakan selebrasi kemenangan.
Gerakan "Aura Farming" yang viral di media sosial ini juga turut menyebar ke lintasan pacuan kuda seperti di lakukan joki Esra Tesa Tamunu dan beberapa rekannya.
Siapa yang lupa dengan aksi anomali dari kuda asal King Halim Stable, Prince Loupan yang buat penonton keheranan. Meski beraksi ngaco, kuda berwarna napas ini mampu tampil di atas podium pada salah satu kejuaraan itu.
Aksi anomali kuda jantan berusia 2 tahun dengan tinggi 131 Cm pertama kali terjadi pada Kejuaraan IHR Merdeka Cup 2025 yang berlangsung di Gelanggang Pacuan Kuda Legok Jawa, Pangandaran, Jawa Barat pada 24 Agustus 2025.
Tampil di Kelas G - 1000 Meter, kuda hasil perkawinan dari pejantan King Lopan dan induk Sandel ini tampil meyakinkan dengan start sempurna. Meski bertubuh kecil, kecepatan Prince Loupan boleh diadu. Dia melesat cepat memimpin barisan terdepan.
Namun entah apa yang merasukinya. Tepat saat penonton menahan napas di detik-detik terakhir, Prince Loupan tiba-tiba belok sendiri ke tengah lintasan, lalu melipir ke sisi luar seperti kehilangan arah. Penonton ternganga, lalu meledak dalam tawa.
Di tengah kebingungan itu, kuda lawan Naga Maja dari Jalu Stable dengan mulus mengambil alih dan keluar sebagai pemenang, mengantongi hadiah Rp10 juta.
Dua bulan usai kejadian itu, Prince Loupan kembali tampil di Kejuaraan Kejurnas Pacuan Kuda Pordasi ke-59 Seri II pada 19 Oktober 2025 pada kelas yang sama yaitu G - 1000 Meter.
Aksinya dinantikan penonton yang penasaran dengan keganjilan apa lagi yang akan dihadirkan Prince Loupan. Tampil melawan 6 kuda lainnya, Prince Loupan memulai start dengan aksi akrobatik. Berlari dari gate nomor 1, dia sempat berdiri dengan mengangkat kedua kakinya selama beberapa detik.
Beruntung keandalan joki Genta mampu mengendalikan aksi akrobatik Prince Loupan hingga kembali dalam persaingan. Seperti lari kesetanan, Prince Loupan mampu mengejar para pesaingnya dan tampil sebagai juara ketiga.
Sejak gim Uma Musume: Pretty Derby resmi dirilis secara global, komunitas para pemainnya yang disebut "Trainer" mulai mendapat sorotan tersendiri. Tren ini makin terasa saat untuk pertama kalinya sejak rangkaian Indonesia's Horse Racing (IHR) digelar, SARGA.Co menghadirkan dua tambahan perlombaan Race Cos Yogyakarta-Kinen 2025.
Tak seperti pertandingan pacuan kuda lain, dua kelas tambahan (19 dan 20) ini mempertandingkan cos player diikuti para anak muda yang tergabung dalam komunitas Uma Musume Indonesia. Mereka berlari di lintasan pacu sejauh 100 meter dengan memerankan kuda-kuda legendaris yang hadir di anime tersebut.
Sebanyak enam trainer tampil sebagai juara di dua perlombaan tambahan tersebut.
Install SARGA.CO News
sarga.co