SARGA.CO - Di balik pemberitaan Tatarstan sebagai pemasok kuda untuk Kim Jong Un dan militer Korea Utara, terdapat kisah menarik tentang sebuah ras kuda yang unik dan bersejarah, Orlov Trotter. Kuda yang satu ini bukan sekadar hewan pacu atau perlombaan, tetapi juga simbol keanggunan, stamina, dan tradisi panjang pembiakan kuda di Rusia.
Orlov Trotter dikembangkan pada akhir abad ke-18 oleh Count Alexei Orlov di stud farm Khrenovskoy, Rusia. Ia menciptakan ras ini melalui persilangan kuda Arab dengan berbagai kuda Eropa seperti Dutch, Danish, dan Mecklenburg untuk menghasilkan kuda dengan trot yang cepat, stamina tinggi, serta tampilan yang elegan.
Ras ini merupakan kuda trotter asli Rusia yang paling terkenal dan dulunya menjadi favorit bangsawan dan elite, digunakan untuk balap trotting, menarik kereta, dan menjadi bagian penting dari kehidupan berkuda aristokrat Rusia.
Orlov Trotter dikenal karena postur fisiknya yang besar dan menawan. Rata-rata tingginya berkisar antara 160–170 cm, dengan tubuh berotot, dada lebar, leher panjang yang melengkung, serta kepala ekspresif, sebuah perpaduan antara kekuatan dan keanggunan.
Warna bulunya juga khas: banyak yang berwarna abu-abu, namun dapat juga ditemukan dalam warna hitam, bay, atau chestnut. Warna abu-abu ini sering muncul karena pengaruh kuat darah Arab dalam garis keturunannya.
Selain fisik yang menarik, Orlov Trotter juga dikenal karena temperamennya yang seimbang dan cerdas. Ia memiliki stamina luar biasa dan trot yang kuat, tidak heran ras ini menjadi favorit dalam kompetisi harness (balap trotting tradisional) dan digunakan juga dalam pekerjaan menarik gerobak atau kereta.
Kuda ini memiliki kombinasi energi, keberanian, dan kemauan bekerja yang tinggi, tetapi tetap cukup tenang dan kooperatif untuk dilatih, membuatnya cocok tidak hanya untuk lomba tetapi juga kegiatan berkuda lainnya.
Meski pernah populer di Eropa dan Rusia, Orlov Trotter kini menjadi ras langka di dunia. Populasi murninya terus dipelihara oleh stud farm-stud farm khusus di Rusia, Ukraina, dan beberapa negara Eropa lain sebagai bagian dari usaha melestarikan warisan genetik dan budaya equestrian klasik.
Eksportasi Orlov Trotter ke luar negeri—misalnya ke Korea Utara—menunjukkan daya tarik ras ini tidak hanya sebagai hewan pacu atau transportasi, tetapi juga sebagai simbol prestige, sejarah, dan hubungan internasional.
(Sumber: nknews.org)
Install SARGA.CO News
sarga.co