SARGA.CO - Menjadi joki pacuan bukan hanya soal keberanian dan kecepatan. Banyak joki pemula harus menghadapi kegagalan, bahkan risiko cedera, akibat kesalahan mendasar yang kerap dianggap sepele. Memahami kesalahan-kesalahan ini menjadi langkah penting untuk berkembang dan bertahan di dunia pacuan kuda.
1. Terlalu Memaksakan Start Cepat
Kesalahan paling umum adalah memacu kuda terlalu keras sejak awal. Start cepat memang terlihat menjanjikan, namun dapat menguras stamina kuda lebih cepat. Akibatnya, performa menurun drastis di lintasan akhir.
2. Salah Posisi Tubuh
Postur yang tidak stabil, terlalu tegak atau condong berlebihan, dapat mengganggu keseimbangan dan menghambat kecepatan kuda. Posisi tubuh yang salah juga meningkatkan risiko terjatuh.
3. Tarikan Kekang Terlalu Kasar
Joki pemula sering menarik tali kekang dengan kasar saat panik. Hal ini membuat kuda kehilangan ritme, stres, bahkan membelok dari jalur ideal.
4. Kurang Membaca Situasi Lintasan
Fokus berlebihan pada kecepatan sendiri tanpa memperhatikan pergerakan lawan adalah kesalahan fatal. Joki profesional selalu membaca celah, posisi, dan potensi tabrakan.
5. Mengabaikan Karakter Kuda
Setiap kuda memiliki temperamen berbeda. Memperlakukan semua kuda dengan cara yang sama dapat berujung kegagalan. Adaptasi adalah kunci.
6. Panik di Bawah Tekanan
Tekanan sorak penonton dan situasi balapan kerap membuat joki pemula kehilangan fokus. Kepanikan dapat memicu keputusan impulsif yang merugikan.
Kesalahan adalah bagian dari proses belajar. Namun, dengan memahami dan menghindari kesalahan fatal sejak dini, joki pemula dapat berkembang lebih cepat dan aman di lintasan pacu. Disiplin, latihan, dan bimbingan dari joki senior menjadi kunci menuju profesionalisme.
(Sumber: Racing Post)
Install SARGA.CO News
sarga.co