SARGA.CO - Perjalanan hidup luar biasa sang joki dua kali juara Kentucky Derby yang tak hanya mengukir prestasi, tetapi juga menantang batasan sosial dan sejarah olahraga kuda.
James “Wink” Winkfield dikenal sebagai salah satu joki paling luar biasa dalam sejarah pacuan kuda, bukan hanya karena prestasinya di lintasan, tetapi juga karena perjalanan hidupnya yang penuh liku dan inspirasi. Artikel The Epic Journey of James ‘Wink’ Winkfield menyajikan kisah hidup sang legenda dengan nuansa sejarah mendalam.
Lahir di Chilesburg, Kentucky, sebagai anak termuda dari 17 bersaudara dalam keluarga pekerja tani, Winkfield sejak muda sudah menunjukkan ketertarikan kuat terhadap kuda di kawasan Bluegrass yang terkenal sebagai pusat pacuan dunia.
Ia mulai bekerja sebagai pegawai kandang dan kemudian menjadi joki profesional, mengejar mimpi yang sempat hampir tidak bisa dicapai oleh banyak atlet kulit hitam pada masa itu karena hambatan rasial. Meski begitu, Winkfield berhasil mencapai puncak kariernya ketika ia memenangkan Kentucky Derby dua kali berturut-turut pada 1901 dan 1902, prestasi yang jarang terulang dalam sejarah.
Karier Winkfield di Amerika Serikat tidak bertahan lama karena tekanan sosial dan diskriminasi rasial yang menguat pada awal 1900-an. Ia pun mengambil keputusan berani: berlayar ke Eropa tanpa jaminan, hanya membawa kamus bahasa Rusia/Polandia/Inggris untuk memulai karier baru di luar negeri.
Di Rusia, ia berhasil menjadi joki pemenang di berbagai kompetisi besar. Ia kemudian memenangkan banyak perlombaan di negara-negara Eropa seperti Pola ndia, Prancis, Austria, Hungaria, Inggris, Spanyol, dan Italia, menunjukkan bakatnya tak hanya di kancah domestik, tetapi juga internasional.
Perjalanan hidup Winkfield bukan hanya tentang kemenangan di lintasan. Saat Revolusi Bolshevik meletus pada 1919, ia memimpin sekelompok besar, termasuk 250 kuda pacuan, bangsawan Polandia, dan para pelatihnya, dalam perjalanan sepanjang lebih dari 1.100 mil menuju tempat aman di Warsaw, Polandia.
Di Prancis, ia membangun kariernya kembali dan bahkan menikahi seorang bangsawan Rusia. Namun, sejarah terus bergerak: saat Perang Dunia II, pasukan Nazi merebut properti dan stabilnya, memaksanya kembali berada dalam kondisi sulit.
Pulang dengan Legenda yang Hampir Dilupakan
Setelah bertahun-tahun berkeliling Eropa dan membangun kehidupan yang gemilang di dunia pacuan, Winkfield kembali ke Amerika Serikat lebih dari 60 tahun setelah kemenangannya di Derby. Namun, sayangnya, kisahnya hampir terlupakan di tanah kelahirannya.
Hingga akhirnya, ia diakui kembali sebagai legenda sejati pacuan kuda dan diabadikan di U.S. Racing Hall of Fame sebagai salah satu joki paling berpengaruh, termasuk menjadi inspirasi di balik balapan bernama Jimmy Winkfield Stakes yang digelar setiap tahunnya.
Cerita James “Wink” Winkfield bukan hanya soal olahraga atau sejarah pacuan kuda, tetapi juga tentang ketahanan terhadap diskriminasi, semangat petualangan, dan kecintaan terhadap kuda.
(Sumber: America's Best Racing)
Install SARGA.CO News
sarga.co