SARGA.CO - Lintasan pacuan kuda bukan hanya arena adu kecepatan, tetapi juga panggung perjalanan hidup. Esra Tesa Tamunu, kelahiran Minahasa, 20 Januari 1998, adalah salah satu nama yang membuktikan bahwa kerja keras dan ketekunan bisa membawa seseorang dari pinggir kandang menuju podium tertinggi olahraga nasional.
Perjalanan Esra dimulai jauh dari sorotan. Saat masih duduk di bangku SMP di Tompaso, ia sudah akrab dengan kuda, bukan sebagai joki, melainkan riding boy. Dari membersihkan kandang hingga membantu latihan, Esra belajar memahami karakter kuda dari jarak paling dekat. Di sanalah fondasi kariernya terbentuk: disiplin, kesabaran, dan rasa hormat pada hewan yang kelak menjadi partnernya di lintasan.
Merantau Muda, Menjadi Profesional
Pada usia 16 tahun, Esra mengambil keputusan besar: merantau ke Pulau Jawa demi mengejar mimpi. Langkah berani itu mempertemukannya dengan pelatih Hens Rori, sosok penting yang menempa bakat alaminya hingga matang secara teknik dan mental.
Di bawah bimbingan tersebut, Esra bertransformasi dari pekerja kandang menjadi joki profesional. Ia tidak hanya belajar teknik menunggang, tetapi juga membaca ritme balapan, mengatur tempo, dan menjaga ketenangan dalam tekanan—hal-hal yang kelak menjadi ciri khasnya.
Puncak Prestasi di PON XXI Aceh–Sumut 2024
Puncak perjalanan Esra datang pada PON XXI Aceh–Sumut 2024. Di ajang multi-event paling bergengsi di Indonesia itu, ia tampil gemilang dan mencatatkan namanya dalam sejarah. Esra sukses menyapu bersih dua medali emas:
Emas Kelas C – 1.600 meter bersama kuda Galardo
Emas Kelas B – 1.200 meter bersama kuda Dominator
Dua kemenangan tersebut bukan sekadar soal hasil, tetapi juga pembuktian kualitas. Esra menunjukkan kematangan strategi, kontrol emosi, dan kemampuan membaca balapan di level tertinggi.
Berbeda dengan banyak joki yang mengandalkan agresivitas, Esra Tesa Tamunu dikenal dengan gaya menunggang yang tenang dan efisien. Ia jarang memaksakan kuda sejak awal, memilih menjaga ritme dan tenaga, pendekatan yang membuatnya sangat efektif di balapan jarak menengah hingga jauh (middle to long distance).
Kontrol yang halus dan komunikasi yang kuat dengan kuda menjadi senjata utamanya. Dalam balapan panjang, ketenangan Esra sering kali menjadi pembeda antara finis biasa dan kemenangan.
Kisah Esra adalah cerita tentang keberanian merantau, kesetiaan pada proses, dan konsistensi dalam kerja keras. Dari seorang riding boy di Tompaso hingga peraih emas PON, ia kini berdiri sebagai salah satu joki terbaik yang dimiliki pacuan kuda Indonesia.
Dan bagi Esra Tesa Tamunu, lintasan bukan sekadar tempat berlomba, melainkan ruang pembuktian bahwa mimpi besar bisa lahir dari langkah kecil, asal dijalani dengan ketenangan dan keyakinan.
Install SARGA.CO News
sarga.co