SARGA.CO - Masih ingat ledakan Bintang Maja yang melesat tanpa tandingan pada Race Kelas Kejurnas B Sprint – 1.200 meter ajang Indonesia’s Horse Racing (IHR) Kejurnas Pacuan Kuda Pordasi Seri II 2025 di Lapangan Pacuan Kuda Sultan Agung, Bantul, DI Yogyakarta, Minggu 19 Oktober 2025? Penonton menyambut kemenangan itu dengan gemuruh di kelas tribun.
Kuda jantan jragem berusia 6 tahun dengan tinggi 157,5 cm ini menunjukkan kelasnya sebagai sprinter sejati. Di bawah kendali joki Ended Rahmad dan tangan dingin pelatih M. Dani, Bintang Maja tampil dominan sejak start hingga finish, membawa Jalu Stable (DK Jakarta) merebut Piala Sarga.Co dengan total hadiah Rp50 juta.
Kemampuan Bintang Maja tampil di podium sebagai juara balapan memang sudah terbukti sejak lama. Salah satu yang membekas adalah momen ketika kuda hasil perkawinan pejantan Tuscaloosa dan induk Android itu nyaris merebut gelar terhormat, Triple Crown Indonesia. Momen itu berlangsung saat musim pacuan kuda tahun 2023.
Bintang Maja meraih dua seri, termasuk kelas Derby, dari tiga rangkaian kejuaraan yang harus diraih seekor kuda untuk meraih Triple Crown Indonesia.
Namun kemenangan itu diraih Bintang Maja di dua seri terakhir Triple Crown Indonesia 2023.
Bintang Maja gagal tampil sebagai juara di seri pertama sehingga membuyarkan harapan banyak pecinta kuda pacuan untuk menyaksikan lahirnya jawara baru Triple Crown Indonesia.
Kepopuleran Bintang Maja sebagai salah satu kuda juara juga sudah diakui sejak lama. Bahkan kuda ini termasuk salah satu dari tiga kuda hebat dari Tanah Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut).
Dikutip dari postingan Facebook Pacuan Kuda Tompaso Sulawesi Utara, di tengah dominasi daerah lain yang biasanya mendominasi lintasan, Bintang Maja, King of Istana, dan Triple S adalah simbol bangkitnya kekuatan Sulut sebagai kiblat baru industri breeding pacuan kuda Indonesia.
Prestasinya sudah dibuktikan di berbagai pacuan kuda. Bintang Maja adalah peraih Juara 1 Kelas Terbuka Sprint 1.300 meter di Jateng Derby 2025, Emas di PON 2024 kelas B dan Juara Indonesia Derby 2023.
Bintang Maja merupakan simbol bahwa kuda Sulut tak hanya jago di jarak jauh, tapi juga bisa jadi yang tercepat di lintasan pendek.
Kehebatan yang dimiliki Bintang Maja sebagai kuda juara ternyata diwarisi dari kuda-kuda sebelumnya. Kuda ini lahir dari garis Tuscaloosa, pejantan thoroughbred yang menghasilkan sejumlah kuda juara.
Tuscaloosa adalah pejantan dari kuda peraih Triple Crown Indonesia 2014, Djohar Manik dan kuda Triple'S yang meraih Piala Raja Hamengku Buwono X 2025.
Lebih jauh melihat silsilahnya, Tuscaloosa sebagai pejantan dari Bintang Maja lahir dari hasil perkawinan kuda Australia bernama Haayil dan induk Entrechat Douze yang merupakan kuda asal New Zealand, anak dari kuda Nassipour asal Amerika Serikat dan induk Dancing dari New Zealand.
Buyut dari Bintang Maja sendiri adalah kuda asal Prancis bernama Blushing Groom yang kawin dengan kuda Alama dari Irlandia. Dikutip dari WIkipedia, Blushing Groom adalah pejantan terkemuka di Britania Raya dan Irlandia pad atahun 1989
Sementara Alama, adalah kuda hasil perkawinan dari kuda pelari Aureole yang dimiliki oleh Ratu Elizabeth II .
Install SARGA.CO News
sarga.co