SARGA.CO - Najla Al Balkis memang belum menorehkan prestasi seperti para joki-joki senior lainnya. Namun di usia yang masih sangat belia, Najla telah mengukir prestasi sendiri di dunia pacuan kuda Indonesia.
Di usia baru 17 tahun, pelajar dari SMK Negeri 1 Panjang Panjang mencatatkan namanya sebagai joki perempuan pertama asal Sumatera Barat (Sumbar). Kemunculannya di kejuaraan Indonesia's Horse Racing (OHR) Cup IHR II Payakumbuh mencuri perhatian di tengah dunia pacuan yang masih didominasi joki laki-laki.
Dengan pakaian dan helm warna merah, Najla tampak percaya diri menunggangi Sri Aloy, kuda jantan berwarna merah berusia lima tahun yang sebelumnya dikenal dengan nama Berlin Star.
Turun di Kelas Extra (600 meter) yang memperebutkan Piala Pertamina dengan total hadiah Rp10 juta, Najla finish sebagai runner-up usai duel sengit dengan Warna Sari, kuda andalan Gery daru Bukittinggi.
Namun perjalanan Najla di dunia pacuan kuda nasional dilalui dengan penuh perjuangan dan keteguhan hati.
Kesempatan Najla turun di kejuaraan pacuan kuda datang secara tak terduga. Empat hari jelang debut perdananya, Najla diajak Abdi Salam sebagai pelatihnya untuk terjun di sebuah kejuaraan berkuda.
Momen itu datang ketika joki perempuan bernama Diva tak bisa turun ke lintasan karena alasan izin. Namun kendala tak berhenti di situ.
Najla harus meyakinkan orang tuanya agar bisa terjun menjadi joki di sebuah kejuaraan pacuan kuda.
"'terserahlah,' kata ayah, 'kan itu keinginan dari dulu'," ujar Najla menceritakan momen saat meminta izin kepada ayahnya.
Usai izin orang tua diperoleh, Najla kembali harus menghadapi tantangan baru. Dengan waktu yang sempit, Najla harus mendapatkan izin dari Dewan Steward agar diperbolehkan bertanding di kejuaraan tersebut.
Bantuan datang dari sang paman yang berjanji akan membantu seluruh proses administrasi agar Najla bisa ikut bertanding.
"Disuruhlah kita bikin surat perjanjian atau surat pernyataan. Waktu itu yang menandatangani saya, Najla, dan orang tua Najla. Barulah panitia kasih izin," ujar Abdi Salam.
Munculnya Najla sebagai joki perempuan di kejuaraan pacuan berkuda ternyata mendapat perhatian dari Wali Kota setempat. Sempat diajak mengobrol, Najla mendapat pujian sekaligus tantangan dari sang Wali Kota.
“Kalau juara satu, tak kasih uang Rp 1 juta,” kata Najla menirukan ucapan sang Wali Kota saat itu.
Dengan seluruh proses yang telah diselesaikan, tibalah waktunya untuk Najla unjuk gigi di pacuan. Dengan bekal pengalaman menunggang kuda yang sudah dijalaninya, Najla kembali menghadapi tantangan saat pacuan.
Najla menceritakan, momen menegangkan terjadi saat kuda baru dilepaskan dari gate untuk mulai balapan. Pada momen itu, kaki kiri Najla belum sepenuhnya berpijak pada sadel kuda.
"Terus kudanya juga mencong kanan. Tak peganglah tali yang di leher...... Terus tak pegang itu terus, tak seimbangin badan ya," kenang Najla.
Momen menegangkan itu ternyata disadari oleh Abdi Salam yang memang mamantau Najla sejak pertama kali masuk gate.
"Deg-degan pasti, deg-degan khawatir aman enggak nih dengan posisi dia yang enggak stabil. Istilahnya dia duduk di pelana tapi enggak berpijak stirr-up nya gitu kan," ujarnya.
Beruntung Najla mampu menyeimbangkan badan selama menjalani balapan. Abdi Salam bertambah lega karena Najla sempat menebar senyum ketika melewati garis finish.
"Sempat juga action, bikin sensasi kan senyum di depan finish, tersenyum di atas kekhawatiran orang-orang gitu," ucap Abdi Salam yang semakin lega karena tidak ada cedera yang dialami Najla selama balapan tersebut.
Najla mengatakan pacuan kuda bukan hanya dominasi joki laki-laki. Remaja yang memilih Jemmy Runtu dan Aqilah sebagai joki idolanya itu menganggap perempuan yang memiliki mental dalam olahraga berkuda punya kesempatan yang sama untuk terjun ke dunia balapan kuda.
"Kan enggak semua orang yang punya mentalnya kuat gitu buat di atas kuda. Kadang ada juga yang takut. Cowok pun enggak semua cowok bisa naik kuda," ujarnya.
Kemampuan yang juga diakui Abdi Salam sebagai pelatih. Menurutnya, Najla tinggal mendapat sedikit polesan untuk bisa menjadi joki profesional. "Potensi dia bagus, keinginannya tinggi, tekadnya kuat, mentalnya juga," puji Abdi Salam.
Install SARGA.CO News
sarga.co