SARGA.CO - Dalam sejarah pacuan kuda dunia, hanya segelintir nama yang diucapkan dengan penuh rasa hormat lintas generasi. Salah satunya adalah Ribot, kuda pacu asal Italia yang mencatatkan rekor sempurna: 16 balapan, 16 kemenangan, tanpa pernah terkalahkan.
Ribot lahir pada 27 Februari 1952 di Newmarket, Inggris, di tengah musim dingin. Penampilannya saat lahir jauh dari kata menjanjikan. Bahunya panjang, kaki belakangnya tampak lemah, dan parasnya biasa saja. Tak banyak yang menyangka “itik buruk rupa” ini kelak akan menjadi kuda pacu terbesar yang pernah dimiliki Italia, bahkan disebut-sebut sebagai salah satu yang terbaik di dunia.
Ribot dibesarkan oleh breeder legendaris Federico Tesio, sosok visioner di balik banyak kuda juara Italia. Ia kemudian ditangani oleh pelatih Ugo Penco dan ditunggangi joki Enrico Camici. Di bawah trio ini, potensi Ribot berkembang pesat.
Debut resminya terjadi pada 4 Juli 1954 di Milan. Ribot langsung memenangi balapan perdananya, menandai awal dari sebuah legenda. Sejak saat itu, ia tak pernah berhenti menang di Italia, Prancis, hingga Inggris.
Mesin Tersembunyi di Lintasan
Ciri khas Ribot terletak pada ledakan tenaga di lintasan akhir. Saat kuda lain mulai kehabisan napas, Ribot justru melesat dengan kekuatan yang seolah tak masuk akal, seperti memiliki “mesin tersembunyi” di dalam tubuhnya. Lawan-lawan dibuat tak berdaya, penonton terdiam.
Dunia benar-benar membuka mata pada Prix de l’Arc de Triomphe 1955 di Paris. Kala itu, publik Prancis meragukan kemampuan seekor kuda Italia. Namun di Longchamp, Ribot menghancurkan keraguan tersebut dengan kemenangan telak atas kuda-kuda terbaik Eropa. Setahun kemudian, ia kembali dan menjuarai Arc untuk kedua kalinya, menegaskan dominasinya.
Ia juga menaklukkan Inggris dengan kemenangan prestisius di King George VI and Queen Elizabeth Stakes di Ascot, menjadikannya ikon internasional.
Di Italia pasca Perang Dunia II, Ribot bukan sekadar kuda pacu. Ia menjadi simbol kebangkitan dan harga diri nasional, bukti bahwa ketekunan dan keberanian mampu membawa kejayaan kembali di tengah masa pemulihan negara.
Ketika pensiun dengan rekor tak terkalahkan, Ribot telah menjelma menjadi mitos. Ia kemudian dikirim ke Amerika Serikat sebagai pejantan dan mewariskan kualitas kelas dunia kepada keturunannya, meninggalkan jejak abadi dalam silsilah pacuan kuda modern.
Puluhan tahun berlalu, namun nama Ribot masih disebut dengan penuh kekaguman. Ia bukan hanya cepat—ia adalah fenomena, teka-teki yang tak terpecahkan, dan keajaiban yang tak terulang.
Ribot adalah pacuan kuda dalam bentuk paling murni: kekuatan, keindahan, dan keabadian. Ia bukan sekadar juara, Ribot adalah mimpi yang berlari dengan empat kaki.
(Sumber: Facebook American Horseracing Legends)
Install SARGA.CO News
sarga.co