SARGA.CO - Di balik kejayaan Romantic Warrior, berdiri sosok Danny Shum, pelatih yang menjadikan dunia pacuan sebagai napas hidupnya. Bagi Shum, melatih kuda bukan sekadar profesi atau passion, ini adalah pengabdian total yang dibangun dari rasa ingin tahu, kerja keras obsesif, dan keberanian menghadapi tantangan terbesar.
Sejak awal kariernya, Danny dikenal pekerja tanpa kompromi: datang paling pagi ke kandang, pulang paling akhir, dan selalu ingin memahami mengapa sesuatu bekerja, bukan sekadar meniru. Prinsip inilah yang kini melahirkan prestasi luar biasa Romantic Warrior, mampu tampil konsisten di level tertinggi, di berbagai negara, jarak, bahkan permukaan lintasan yang berbeda.
Keistimewaan terbesar Danny Shum terlihat dari kemampuannya mempersiapkan Romantic Warrior untuk menang first-up di jarak 2.000 meter, lalu kembali mencapai puncak performa beberapa minggu kemudian, sesuatu yang jarang bisa dilakukan kuda elite. Ia juga tak pernah memilih jalan aman. Australia, Jepang, Dubai, hingga Saudi Arabia menjadi panggung pembuktian, menghadapi kuda-kuda terbaik dunia tanpa rasa gentar.
Meski sempat kalah di Saudi Cup, keberanian Danny justru semakin terlihat. Ia tak mundur, malah siap kembali mencoba. Bagi Shum, hasil penting, tapi kesejahteraan kuda selalu nomor satu. Filosofi itulah yang membuat Romantic Warrior terus berkembang, bahkan setelah operasi kaki dan jeda panjang tujuh bulan.
Dengan empat kemenangan Hong Kong Cup beruntun dan rekor sembilan kemenangan dari 11 start terakhir, kisah Danny Shum dan Romantic Warrior menjadi bukti bahwa kelas sejati lahir dari proses panjang, ketulusan, dan keberanian melawan batas. Dan perjalanan ini, tampaknya, belum selesai.
(Sumber: Idol Horse)
Install SARGA.CO News
sarga.co