SARGA.CO- Romantic Warrior kembali mengukir sejarah di lintasan Sha Tin, Hong Kong, Minggu (24/5/2026). Kuda jantan asal Irlandia itu menjuarai G1 Standard Chartered Champions & Chater Cup, jarak 2.400 meter.
Kemenangan itu bukan sekadar menambah koleksi trofi bagi superstar asuhan Danny Shum tersebut, tetapi juga memastikan dirinya menjadi kuda ketiga sepanjang sejarah yang sukses merebut Triple Crown Hong Kong.
Bersama joki James McDonald, Romantic Warrior menutup rangkaian Triple Crown dengan kemenangan dramatis sekaligus memperpanjang rekor sebagai kuda Hong Kong dengan gelar Group 1 terbanyak, yakni 15 kemenangan.
Romantic Warrior juga mengukuhkan diri sebagai kuda dengna pendapatan terbesar sepanjang karier. Kini dia mengoleksi total hadiah sebesar HK$288,7 juta atau sekitar Rp600 miliar.
Hebatnya lagi, kuda berusia delapan tahun tersebut mampu memenangi balapan elite dari jarak 1600 meter hingga 2400 meter, sebuah fleksibilitas yang sangat jarang dimiliki kuda pacu modern.
Dalam perlombaan G1 Standard Chartered Champions & Chater Cup, Romantic Warrior tampil tenang sejak awal balapan. James McDonald menempatkannya di posisi keempat di belakang Numbers dan Romantic Thor yang memimpin tempo lomba, sementara Deep Monster mengisi pos 3.
Posisi empat kuda depan tidak banyak berubah sepanjang 2.000 meter. Sekitar 500 meter terakhir Joki McDonald baru memacu Romantic Warrior.
Memasuki trek lurus akhir, McDonald mulai membawa Romantic Warrior merapat ke barisan depan. Numbers sempat terlihat akan mencuri kemenangan, namun Romantic Warrior menunjukkan kelasnya di 50 meter terakhir. Dengan akselerasi kuat, ia menyalip Numbers dan menang setengah panjang kuda, sementara Deep Monster finis di posisi ketiga. Romantic Warrior mencatat waktu 2 menit 26,67 detik, sama persis dengan catatan Voyage Bubble pada edisi sebelumnya.
Triple Crown Hong Kong dikenal sebagai salah satu pencapaian paling sulit dalam dunia pacuan Asia. Untuk meraihnya, seekor kuda harus memenangkan tiga balapan Group 1 berbeda dalam satu musim, yakni Stewards’ Cup (1600 meter), Hong Kong Gold Cup (2000 meter), dan Standard Chartered Champions & Chater Cup (2400 meter).
Tantangannya bukan hanya kualitas lawan, tetapi juga kemampuan beradaptasi terhadap jarak yang terus meningkat. Seekor kuda harus memiliki kombinasi kecepatan miler, stamina middle-distance, hingga daya tahan untuk balapan 2400 meter.
Sebelum Romantic Warrior, hanya ada dua kuda yang mampu menaklukkan seri tersebut, yaitu River Verdon pada musim 1993/1994 dan Voyage Bubble pada musim 2024/2025.
Menariknya, Triple Crown Hong Kong tidak dikhususkan untuk kuda usia tiga tahun seperti Triple Crown di Amerika Serikat atau Inggris. Seri ini terbuka bagi kuda dewasa terbaik di Hong Kong, sehingga tingkat persaingannya jauh lebih matang dan brutal.
Perjalanan Romantic Warrior dimulai lewat kemenangan dominan di G1 Stewards’ Cup pada 25 Januari 2026. Bersama James McDonald, ia mengalahkan Lucky Sweynesse dan Voyage Bubble dengan selisih 1,75 panjang kuda di jarak 1.600 meter.
Langkah kedua datang pada 1 Maret 2026 di G1 Hong Kong Gold Cup 2.000 meter. Di balapan tersebut, Romantic Warrior tampil bahkan lebih superior. Setelah duduk nyaman di posisi ketiga sepanjang lomba, ia melesat memasuki trek lurus dan meninggalkan lawan-lawannya hingga menang empat panjang kuda.
Di Standard Chartered Champions & Chater Cup, Romantic Warrior menutup kemenangan di Sha Tin dengan performa apik di 50 meter terakhir.
Kemenangan di Champions & Chater Cup juga membuat Romantic Warrior memperoleh bonus Triple Crown sebesar HK$10 juta. Tambahan itu membuat total pendapatannya melonjak menjadi HK$288,7 juta, setara Rp600 miliar, terbesar di dunia.
Rekor itu terasa semakin luar biasa karena sebagian besar pendapatannya diraih di level tertinggi Group 1 (G1) melawan lawan-lawan elite internasional.
Dari 31 race, Romantic Warrior telah memenangkan 24 balapan, sebuah rasio kemenangan yang nyaris absurd untuk kuda yang rutin tampil di level top-class.
Pelatih Danny Shum mengatakan Romantic Warrior akan menjalani masa istirahat sebelum menentukan target berikutnya. Ia bahkan mempertimbangkan membawa sang juara istirahat di Conghua Training Center, fasilitas modern di Tiongkok.
“Saya sangat beruntung bisa melatih Romantic Warrior,” ujar Shum setelah balapan.
tutur Pelatih Danny Shum, juga mengatakan setelah ini akan fokus ke persiapan musim depan.
Sementara itu, James McDonald menilai Romantic Warrior sudah layak disebut legenda, bahkan sebelum memenangkan Triple Crown.
“Saya pikir ini adalah puncaknya – dia pantas menjadi Kuda Terbaik Tahun Ini dan saya pikir dia telah membuktikannya dengan memenangkan Triple Crown,” ujar dia.
Install SARGA.CO News
sarga.co