SARGA.CO - Kabar kurang menyenangkan datang untuk Kontingen Sumatra Barat jelang Indonesia's Horse Racing (IHR) Indonesia Derby 2026. Dua kuda yang mulanya disiapkan akan bertarung di Kelas Derby di ajang Kejuaraan Nasional Pacuan Kuda (Kejurnas) PORDASI Seri 1 2026 itu, batal berangkat ke Pangandaran, Jawa Barat.
Saga Serumpun akan menjadi tumpuan harapan Kontingen Sumbar untuk mencuri poin di Kelas Derby. Sir Orbit dan Milea Guti mengalami cedera saat persiapan race dan tidak akan berlari di Gelanggang Pacuan Legok Jawa, Pangandaran, Minggu, 24 Juli 2026.
Informasi anyar ini disampaikan oleh Ketua Harian Pengurus Provinsi (Pengprov) PORDASI Sumatera Barat, Faullo Rosie, saat berbicara dengan Sarga, Senin, 11 Juli 2026. Dia menjelaskan kalau 12 ekor kuda sudah berangkat ke Pangandaran untuk persiapan IHR Indonesia Derby 2026.
Namun, nama dalam daftar tersebut berbeda dengan rencana awal yang Rosie kabarkan ke Sarga. Perubahan terbesar ada di line up kuda Kelas Derby yang akan berangkat. Dari awalnya tiga kuda, kini cuman tersisa nama Saga Serumpun.
Rosie menjelaskan kalau Sir Orbit dan Milea Guti mengalami masalah di kakinya saat persiapan race di Pangandaran. "Ada kendala di kaki depan waktu latihan persiapan berangkat ke pangandaran," sebutnya.
Sementara itu My Dream M.H. yang sempat dipersiapkan juga untuk berangkat dan bertarung di Kelas Derby, juga batal berangkat. "Kondisi kesehatan menurun setelah pacuan triple crown seri II," terang Rosie tanpa menyebut secara detail masalah kuda betina anakan Our People dan Wonder Women itu.
Batal melintasnya Milea Guti dan Sir Orbit tentu menjadi pukulan telak bagi Sumbar. Dua kuda itu, meski belum merasakan podium di rangkaian Triple Crown 2026, punya potensi kian besar dan menjadi penantang kuat, bahkan sejak di Kelas Pemula tahun 2025 lalu.
Sir Orbit, seperti yang telah diberitakan sebelumnya mengalami peradangan di tendon kaki kanan depannya. Meski masih mampu berlari dan tak ada indikasi pincang, Pelatih Tuan Amris memilih untuk mengistirahatkan kuda itu.
(detail cedera Sir Orbit bisa dibaca di sini)
Sementara itu Milea Guti juga mengalami masalah di kaki depan. Pelatih Syafrinal menkongkonfirmasi hal itu. "Ada masalah di pemblok," ujarnya dalam pesan singkat kepada Sarga, Senin, 6 Juli 2026. Masalah itu sudah dirasakan sekitar tiga minggu lalu dan celakanya tak kujung sembuh jelang Indonesia Derby 2026.
Pemblok mengacu ke bagian sendi fetlock, persendian bagian bawah kaki kuda. Secara umum sendi ini berfungsi sebagai engsel alias penahan beban saat kuda berlari, mendarat (setelah melompat), dan berbelok. Intinya engsel ini menahan beban saat kaki kuda menapak tanah.
Kelas Derby yang akan menjanjikan total hadiah sebesar Rp250 juta menjadi salah satu ajang paling prestisius. Kini Saga Serumpun kemungkinan besar harus berjuang seorang diri menjadi yang terdepan, sekaligus mengejar mahkota kedua, double crown tahun 2026.
Sejauh ini Saga Serumpun menjadi kuda paling moncer di IHR 2026. Dia tak pernah absen naik podium dari tiga kali start tahun ini. Saga juga menjadi kuda dengan pendapatan tertinggi tahun 2026.
Meski begitu Kontingen Sumbar masih ada kemungkinan memberi teman pendamping untuk Saga Serumpun. "Volcanik niatnya sih di remaja, kalau ukuran nggak dapat remaja baru daftar di derby. Jadi saga serumpun ada teman nya di derby," ujar Rosie.
Berikut 12 kuda Sumbar yang sudah berangkat ke Pangandaran untuk berpartisipasi di Indonesia Derby 2026:
1. Saga Serumpun (derby)
2. Historia Guti (remaja)
3. Volcanik (remaja/derby - tunggu pengukuran)
4. Ocean Gaia dh. Reana Shangkara (remaja)
5. Al-baar GDM (Pemula A/B)
6. Our Asia (Pemula A/B)
7. Jack M.H. (Pemula A/B)
8. Allarick the king M.H. (Pemula A/B)
9. Captain Nagura (Pemula A/B)
10. Jati Theater (THB INA)
11. Romantic Spartan (4 thn A/B)
12. Swamwakas (Kelas C)
Install SARGA.CO News
sarga.co