SARGA.CO - Antusiasme terhadap keturunan Flightline mulai mendapat pembuktian di lintasan pacuan. Flight Command, salah satu putra pejantan fenomenal itu, sukses mencatat kemenangan impresif saat debut di pacuan kuda Amerika Serikat (AS).
Kuda keturunan Flightline menjadi kelompok kuda yang diperkirakan akan menjadi elite dan membawa prestasi di masa depan. Flight Command menjadi pemenang pertama keturunan Flightline di Negeri Paman Sam. Sebelumnya, Flightline telah lebih dulu mencatat kemenangan perdana sebagai pejantan melalui Demian di Jepang pada 13 Juni lalu.
Berlaga dalam maiden special weight senilai 85 ribu dolar AS, di Aqueduct Racetrack, Kamis, 25 Juni 2026, Flight Command tampil dominan sejak pintu start terbuka.
Di bawah kendali jockey Manny Franco, ia langsung mengambil alih posisi terdepan dan tak pernah memberikan kesempatan kepada para rivalnya untuk mendekat.
Memasuki lintasan lurus terakhir, Flight Command dengan mudah menambah keunggulan sebelum akhirnya menyentuh garis finis unggul 10 panjang kuda atas Hurricane Mo. Kuda besutan Rudy Rodriguez itu menyelesaikan lintasan 5½ furlong (sekitar 1.106 meter) dalam waktu 1 menit 4,11 detik.
Flight Command merupakan hasil persilangan Flightline dengan Stonetonic, seekor induk dari garis keturunan Candy Ride yang juga merupakan putri dari Stonetastic, pemenang beberapa balapan Grade 2 (G2) di AS. Ia dibesarkan oleh Machmer Hall bersama Carrie dan Craig Brogden di Kentucky.
Sebelum menjalani debutnya, Flight Command sempat menarik perhatian pasar saat terjual seharga 275 ribu dolar AS (tiga kali lipat hadiah kemenangan perdananya) dalam ajang Ocala Breeders' Sales (OBS) March Sale of 2-Year-Olds in Training awal tahun ini. Kuda itu kemudian dibeli oleh Northshore Bloodstock sebelum akhirnya turun di bawah bendera LSU Stables.
Kemenangan Flight Command menjadi kabar menggembirakan bagi para pemilik keturunan Flightline. Pasalnya, ekspektasi terhadap pejantan tersebut sudah sangat tinggi sejak ia pensiun dari lintasan pacuan pada 2022 dengan rekor sempurna enam kemenangan tanpa kekalahan.
Nama Flightline kembali menjadi sorotan beberapa bulan lalu ketika salah satu anak jantannya memecahkan rekor lelang digital dunia dengan nilai mencapai US$10,5 juta atau sekitar Rp180 miliar. Colt berusia dua tahun dari induk Lucrezia itu dibeli oleh Zedan Racing dan kini menjalani program latihan di bawah pelatih legendaris Bob Baffert di Santa Anita Park.
Kesuksesan Flight Command memberikan sinyal awal bahwa keturunan Flightline tidak hanya diminati karena silsilah dan nilai komersialnya, tetapi juga mulai menunjukkan kemampuan yang sejalan dengan reputasi sang ayah di arena pacuan.
Flightline, putra Tapit dari induk Feathered, pensiun sebagai salah satu kuda terbaik dalam sejarah modern Amerika Serikat. Selain menyapu bersih enam kemenangan sepanjang kariernya, ia juga dinobatkan sebagai Horse of the Year sekaligus Longines World's Best Racehorse 2022.
Musim ini, Flightline memiliki 126 anak dalam angkatan pertamanya yang mulai memasuki usia balap. Dengan kemenangan Demian di Jepang dan Flight Command di Amerika Serikat, para pengamat kini menantikan apakah gelombang kemenangan keturunannya akan terus berlanjut sepanjang musim 2026.
Install SARGA.CO News
sarga.co