SARGA.CO - Setengah musim Indonesia's Horse Racing (IHR) 2026 berjalana ada tiga ekor kuda yang kian dominan dan belum terkalahkan sepanjang Semester 1 tahun ini. Naga Sembilan, Arceus Nagari, dan Paco Eclipse adalah tiga ekor kuda yang mencatat torehan tersebut. Mereka setidaknya sudah start tiga dari empat IHR yang telah berlangsung tahun ini.
Naga Sembilan menjadi yang paling mentereng dari daftar ini. Kuda milik Red Stones Stable ini kian dominan menjadi penguasa Kelas Terbuka 2.000 meter. Kuda yang dulu bernama Leonidas ini menjadi juara di kelasnya pada IHR Jateng Derby, IHR Triple Crown Serie 1 & Pertiwi Cup, serta IHR Piala Paku Alam 2026. Lewat kemenangan-kemenangan itu dia mengumpulkan Rp69,75 juta.
Bahkan Naga Sembilan sebenarnya juga sempat berniat turun di lintasan IHR Piala Mangkunegaran & Triple Crown Serie 2, Mei 2026 lalu, namun insiden gagal masuk gate, membuat dia gagal menjadi juara di empat gelaran IHR 2026.
Namun, kemenangan di Piala Paku Alam 2026 menebus segala kekecewaan itu. Pemilik Red Stones Stable, Bagus Haryanto, menyatakan kemenangan itu kian spesial mengingat perebutan Piala Paku Alam ini baru pertama kali dilakukan dalam even IHR.
"Alhamdulillah, ini kan piala pertama ya, Paku Alam. Ya, senang banget.
Semua tim senang. Ini berkat kerja keras dari semua tim, pelatih, joki, groom, semua. Jadi kita senang banget," tuturnya kepada Sarga, usai balapan terakhir Juni 2026 lalu.
Sementara itu di Kelas Ketinggian lain, kelas C, Arceus Nagari menjadi penguasa barunya. Kuda milik Sarga Stable itu mengawali tahun dengan masih bertarung di Kelas D, Jateng Derby 2026. Di kelas itu dia menjadi yang terdepan.
Dia kemudian sempat istirahat di IHR Triple Crown Serie 1 & Pertiwi Cup 2026. Saat kembali berpacu, di IHR Piala Mangkunegaran & Triple Crown Serie 2, hasil pengukuran anyar menunjukkan Arceus bertambah tinggi dan harus masuk Kelas C. Dalam dua race terakhir di kelas baru itu, Arceus tak kehilangan tajinya, dia tetap menjadi juara.
Total dari tiga race yang telah ia jalani tahun 2026 ini Arceus telah mengumpulkan Rp30,375 juta. Nilai yang kemungkinan besar akan terus bertambah seiring IHR 2026 yang masih menyisakan empat seri race lagi sampai tutup tahun.
Di Kelas Umur, persaingan jauh lebih ketat. Dengan hadiah yang dipertaruhkan lebih besar, makin sulit untuk dominan dan menjadi tak terkalahkan. Namun Paco Eclipse berhasil melakukan itu.
Kuda jantan berusia 2 tahun itu berhasil mencatatkan tiga kemenangan beruntun di tiga seri awal IHR 2026. Catatan impresif yang hanya Paco yang bisa melakukan pada IHR 2026.
Dari tiga kemenangan di Kelas Pemula (satu kali jarak 1.000 meter dan dua kali jarak 1.200 meter) di IHR 2026, Paco Eclipse berhasil mengumpulkan Rp25,875 juta.
Namun upaya Paco Eclipse untuk melanjutkan catatan impresif juara beruntunnya harus terpatahkan. Dia mengalami cedera yang membuatknya harus absen di IHR Piala Paku Alam, Juli 2026 lalu dan kemungkinan juga masih absen di IHR Jateng Derby 2026 mendatang.
Namun menurut pihak Eclipse, melihat perkembangannya Paco diproyeksikan untuk bertarung di Kelas Derby tahun 2027. Bersama dengan Friana dan Crystal Eclipse, persiapan menuju kelas Derby bisa segera dilakukan dari paruh kedua tahun 2026 mendatang.
Di bawah tiga kuda langganan podium satu di atas ada Saga Serumpun, Nara Eclipse, Princess Gavi, Sunglow Nagari, Ravelio, dan Artemis yang 'hampir' selalu menjadi juara.
Saga Serumpun, yang menjadi juara Kelas Derby Triple Crown Serie 2, pada dua gelaran IHR 2026 masih di Kelas Remaja. Dia juga sempat menjadi juara di Kelas Remaja IHR Triple Crown Serie 1 2026. Sayang di Jateng Derby, saat debutnya di Pulau Jawa, dia menjadi Juara di Kelas Remaja Jateng Derby 2026.
Torehan prestasi itu juga yang membawa dia menjadi kuda dengan penghasilan paling besar sepanjang setengah pertama tahun 2026.
Sementara itu Nara Eclipse yang bertarung di Kelas Derby dari pembukaan musim, juga selalu naik podium. Jadi juara di Jateng Derby 2026, dia melanjutkan dengan menjadi runner up Pertiwi Cup, di Triple Crown Serie 2, dia kembali naik podium dengan menjadi juara 3.
Sementara itu Princess Gavi yang bertarung di Kelas Terbuka, baik Sprint maupun jarak jauh, juga tak pernah absen naik podium setiap kali dia start. Total dua podium 2 dan juara di Piala Mangkunegaran sudah dia raih tahun ini.
Di kelompok ukuran ada Ravelio, Artemis, dan P. Putri Lembayung --yang sempat turun dengan nama Sinarengan yang juga langganan podium.
Kegagalan Ravelio menjadi yang terdepan di Kelas D Jateng Derby 2026 (dia finis ketiga), membuat catatan juaranya tak sempurna. Di IHR Triple Crown Serie 1 & Pertiwi Cup dan IHR Piala Paku Alam, dia berhasil menjadi juara Kelas D.
Sementara Artemis di Kelas E kian dominan dengan menjadi juara di IHR Triple Crown Serie 1 dan IHR Triple Crown Serie 2. Sayangnya, di race terakhir IHR Piala Paku Alam 2026, dia kalah cepat di garis akhir dari Mumun, yang menggagalkan tiga kemenangan beruntunnya.
Di Kelas F ada P. Putri Lembayung yang mencoba membangun momentum juara. Setelah ditinggal absen Kasmaran akibat cedera, kelas ini mencari jagoan baru. P. Putri Lembayung yang sebelumnya langganan runner-up mulai unjuk kebolehan dengan menjadi juara di IHR Piala Paku Alam. Catatan itu menjadi podium ketiganya tahun 2026, setelah di dua kesempatan sebelumnya jadi juara 2.
Install SARGA.CO News
sarga.co