SARGA.CO - Hanya dua hari setelah menelan kekalahan di ajang G1 Whitney Stakes di Saratoga Race Course, White Abarrio resmi dipensiunkan dari dunia balap. Kuda pacu lintasan tanah (dirt) berusia tujuh tahun ini akan memulai babak baru di peternakan Gainesway Farm di Lexington, Kentucky. Ia akan bergabung dengan kakeknya, Tapit, dalam jajaran pejantan (stallion) untuk musim kawin 2027.
Karier balapnya resmi ditutup dengan catatan impresif, mengantongi 11 kemenangan dari 29 penampilan dengan total pendapatan mencapai $8.598.170.
Pencapaian terbesarnya tak lepas dari empat gelar juara G1 bergengsi:
Florida Derby (2022)
Whitney Stakes (2023)
Breeders' Cup Classic (2023)
Pegasus World Cup (2025)
Ditunggangi oleh joki Micah Husbands—yang masuk menggantikan Irad Ortiz Jr. akibat cedera pergelangan kaki—White Abarrio sempat bersaing ketat di awal balapan. Sayangnya, tenaganya terkuras habis di jalur lurus (stretch) tanpa menunjukkan daya pacu akhir andalannya. Ia pun harus rela finis di posisi juru kunci dari tujuh kuda yang berlaga.
Pelatih Saffie Joseph Jr. awalnya menyatakan bahwa kuda asuhannya itu akan melalui evaluasi lebih lanjut sebelum masa depannya diputuskan. Namun, tak lama setelahnya, pihak pemilik sepakat untuk memensiunkan sang bintang daripada memaksanya turun di musim balap berikutnya.
Ajang Whitney ini menjadi kekalahan beruntun kedua bagi White Abarrio. Sebelumnya, ia hanya mampu finis keempat di ajang G1 Stephen Foster Stakes di Churchill Downs pada 27 Juni lalu.
tegas Joseph, seperti dikutip dari Daily Racing Form.
Pensiunnya White Abarrio menandai transisi kiprahnya dari kerasnya lintasan balap ke dunia pembiakan. Silsilah keturunannya yang memadukan darah Race Day, Tapit, dan generasi kuda dirt juara asal Amerika, menjadikannya prospek pejantan yang sangat menjanjikan.
Grup pemiliknya, C Two Racing Stable, merayakan momen pensiun ini dengan mengenang rentetan prestasi sekaligus popularitasnya di mata para penggemar.
"Setelah melewati karier yang tak terlupakan – 4 kali juara Grade I, kampiun Breeders' Cup Classic 2023, dan selalu menjadi favorit penggemar – White Abarrio secara resmi pensiun," ungkap perwakilan pemilik kepada Thoroughbred Daily News.
Mereka juga menambahkan, sangat jarang penggemar bisa mendapat kesempatan untuk menyaksikan seekor kuda berlaga di level tertinggi dalam kurun waktu yang lama seperti yang dilakukan White Abarrio.
Dari gebrakan awalnya di Florida Derby hingga kejayaannya di Whitney, Pegasus World Cup, dan puncaknya di ajang Breeders' Cup Classic, White Abarrio telah mengukuhkan namanya sebagai salah satu kuda dirt Amerika paling ikonik di generasinya.
Kini, di usianya yang menginjak tujuh tahun, "Sang Juara" meninggalkan lintasan dengan empat mahkota G1, pendapatan lebih dari $8,5 juta, serta mengamankan tempat terhormat di jajaran kuda hebat modern dalam olahraga ini.
Install SARGA.CO News
sarga.co