SARGA.CO - Tidak banyak kuda pacu yang perjalanan kariernya dapat dirangkum seapik namanya sendiri seperti Yamanin Zephyr. “Zephyr” berarti angin barat yang berembus lembut. Namun, ketika Japan Racing Association (JRA) mengenangnya melalui seri poster Heroes, mereka menulis pesan: “Ia terlalu tangguh untuk disebut Zephyr.”
Penghormatan itu terasa tepat bagi seekor kuda yang mampu berpacu cepat di 1.200 meter, mendominasi jarak satu mil (1.600 meter), lalu tampil di 2.000 meter untuk menundukkan kuda-kuda terbaik Jepang.
Lahir pada 27 Mei 1988 di Nishikioka Farm, Hokkaido, Yamanin Zephyr merupakan kuda jantan berwarna merah (bay), hasil persilangan Nihon Pillow Winner dan Yamanin Policy. Sang ayah adalah pemenang beberapa balapan G1 sekaligus salah satu spesialis jarak satu mil yang paling berpengaruh di Jepang pada masanya.
Yamanin Zephyr mengawali kariernya terutama di lintasan dirt. Ia memenangi debutnya di Nakayama Racecourse pada 9 Maret 1991, meski hanya menjadi unggulan ke-12 dengan odds 69,1. Kemenangan berikutnya segera menyusul sebelum ia akhirnya beralih ke lintasan rumput. Ujian besar pertamanya datang pada Sprinters Stakes 1991, ketika ia finis di posisi ketujuh.
Peruntungannya berubah pada 1992. Setelah finis ketiga dalam Keio Hai Spring Cup, Yamanin Zephyr turun di Yasuda Kinen dan meraih kemenangan G1 pertamanya. Hasil tersebut juga menjadikan Yamanin Zephyr dan ayahnya, Nihon Pillow Winner—juara edisi 1985—sebagai pasangan ayah-anak kedua dalam sejarah yang sama-sama memenangi perlombaan itu.
Pada tahun yang sama, Yamanin Zephyr finis kedua di Centaur Stakes dan kelima di Mile Championship, lalu kembali mengikuti Sprinters Stakes. Kali ini ia menjadi runner-up, membuktikan bahwa kecepatannya juga cukup untuk bersaing di level tertinggi pada jarak 1.200 meter.
Musim terbaik Yamanin Zephyr datang pada 1993. Setelah finis kedua di Yomiuri Milers Cup dan kelima di Nakayama Kinen, ia kembali ke Keio Hai Spring Cup dan keluar sebagai pemenang.
Ia kemudian berhasil mempertahankan gelar Yasuda Kinen, sekaligus menjadi juara dua kali dalam kejuaraan utama Jepang untuk jarak satu mil tersebut.
Namun, pencapaian terbaiknya masih menanti. Yamanin Zephyr naik kelas ke jarak 2.000 meter dalam Tenno Sho (Autumn). Meski menghadapi tantangan besar karena lebih dikenal sebagai sprinter dan pelari satu mil, ia berhasil memenangi perlombaan tersebut. Kemenangan itu mengukuhkan posisinya dalam JRA Awards 1993 sebagai Kuda Jantan Dewasa Terbaik, Sprinter atau Miler Terbaik, serta Kuda Terbaik Keturunan Pejantan Lokal.
Kemampuannya bersaing di rentang 1.200 meter, 1.600 meter—yang dua kali membawanya meraih kemenangan—hingga 2.000 meter menjelaskan mengapa ungkapan terkenal JRA itu begitu tepat: sang “zephyr” sama sekali tidak lembut ketika pintu start terbuka.
Yamanin Zephyr pensiun dengan catatan delapan kemenangan dari 20 kali start, lalu menjalani karier sebagai pejantan di Rex Stud. Ia menghasilkan 554 anak, meski tidak satu pun berhasil menjadi pemenang G1. Setelah pensiun dari tugas sebagai pejantan pada usia 21 tahun, ia dikebiri dan kembali ke Nishikioka Farm untuk menghabiskan tahun-tahun terakhirnya.
Staf peternakan mengenang bahwa ketika masih menjadi pejantan, ia kerap menatap tajam kuda-kuda lain dan cukup gaduh. Namun, wataknya menjadi lebih tenang setelah tugasnya berkurang. Kesehariannya diisi dengan merumput, makan, dan menjalani perawatan. Ia bahkan dikabarkan begitu rileks saat dirawat hingga sering tampak melamun.
tutur salah seorang staf, sebagaimana dikutip situs Japan Racehorse Hometown Information.
Yamanin Zephyr akhirnya hidup hingga usia 29 tahun dan meninggal pada 16 Mei 2017 akibat komplikasi usia lanjut. Warisan Yamanin Zephyr menemukan kehidupan baru dalam Uma Musume: Pretty Derby. Sebagai salah satu karakter terbaru dalam versi global, ia digambarkan sebagai gadis lembut pencinta alam yang mampu melibas para pesaingnya dengan kecepatan bak embusan angin kencang.
Ia bermimpi menjadi “angin” yang dikaguminya setelah semasa kecil menyaksikan seorang pelari satu mil ternama—sebuah rujukan kepada ayahnya di dunia nyata, Nihon Pillow Winner. Ambisi karakter ini untuk menaklukkan jarak sprint, satu mil, dan menengah juga mencerminkan fleksibilitas Yamanin Zephyr yang asli. Hal yang sama berlaku pada relasinya dengan para rival di dunia nyata, yakni Sakura Bakushin O, Nishino Flower, Daiichi Ruby, Daitaku Helios, dan K.S. Miracle.
Yang tak kalah serasi, pita biru yang menjuntai dan desain bertema angin pada karakter tersebut—terinspirasi dari seragam balap joki aslinya—menegaskan kontradiksi yang juga melekat pada sosok namanya: sesuatu yang tampak halus dan lembut dapat menyimpan kekuatan luar biasa. Yamanin Zephyr mungkin dinamai dari embusan angin sepoi-sepoi, tetapi di lintasan pacu, ia adalah badai.
Install SARGA.CO News
sarga.co