SARGA.CO – Kejutan besar kembali mewarnai Saratoga Race Course. Colt yang relatif belum teruji, Leading Change, sukses menumbangkan nama-nama besar di divisi kuda berusia tiga tahun untuk merebut gelar ke-157 Travers Stakes pada Sabtu, 29 Agustus 2026.
Berada di bawah asuhan pelatih Brad Cox dan dipacu oleh joki Manny Franco, kuda yang baru melakoni tiga ajang balap sepanjang kariernya ini menuntaskan balapan sejauh 1¼ mil (2.000 meter) dengan waktu 2:02,98.
Kemenangan ini diraih secara dramatis setelah Leading Change mampu mengungguli juara Preakness Stakes, Napoleon Solo, dengan keunggulan separuh panjang tubuh (half a length). Sementara itu, juara Kentucky Derby sekaligus Belmont Stakes, Golden Tempo, harus puas finis di posisi ketiga. Kemenangan di ajang berjuluk "Mid-Summer Derby" yang memperebutkan total hadiah senilai US$1,25 juta (Rp22,1 miliar) ini seolah memutarbalikkan peta peta persaingan.
Meski tak terkalahkan dalam dua laga sebelumnya, status Leading Change saat memasuki Travers Stakes tetaplah dianggap sebagai "kuda kemarin sore". Rekor tandingnya sejauh ini hanya mencatatkan kemenangan di ajang maiden dan G3 Indiana Derby. America's Best Racing bahkan sempat menjulukinya sebagai "anak baru di blok ini". Namun, performanya di Saratoga membuktikan bahwa ia siap merusak dominasi para jawara utama.
Kemenangan ini juga diwarnai cerita menarik dari atas pelana. Manny Franco ditunjuk menunggangi Leading Change untuk pertama kalinya setelah joki langganannya, Irad Ortiz Jr., terpaksa absen akibat cedera.
Franco mengeksekusi strategi dengan sangat dingin. Ia menempatkan Leading Change tepat di belakang garis depan pacu, membiarkan para pemimpin balapan mengatur ritme sembari menjaga kudanya tetap berada di posisi membayangi yang nyaman.
Ketegangan memuncak saat memasuki tikungan akhir menuju garis finis. Franco perlahan mendorong Leading Change ke depan. Di saat bersamaan, Golden Tempo mulai melaju dan Napoleon Solo melancarkan serangan balasan. Pertarungan tiga kuda terbaik pun tak terelakkan.
Dalam momen krusial tersebut, Leading Change menemukan "gigi ekstra". Ia melesat lebih bertenaga untuk mengunci kemenangan atas Napoleon Solo, meninggalkan Golden Tempo di urutan ketiga.
Bagi Manny Franco, hasil ini menjadi kemenangan Travers Stakes keduanya—berjarak enam tahun sejak ia memenanginya bersama Tiz the Law pada 2020. Sedangkan bagi sang pelatih, Brad Cox, ini adalah trofi Travers keduanya setelah sukses meraihnya bersama Essential Quality pada 2021.
Keberanian Cox menyertakan Leading Change yang minim pengalaman terbayar lunas. Sejak awal, ia meyakini kudanya memiliki bakat terpendam yang jauh melampaui catatan di atas kertas.
ujar Cox seperti dikutip dari America’s Best Racing.
"Saya sangat senang dia bisa membuktikannya hari ini. Pada akhirnya, meski kurang jam terbang, dia mampu menyelesaikannya dengan bakat murni. Kami sangat bangga padanya," lanjut Cox.
Faktor garis keturunan (pedigree) juga menjadi dasar keyakinan Cox. Leading Change merupakan keturunan langsung dari Gun Runner—peraih gelar Horse of the Year 2017 sekaligus salah satu pejantan (sire) unggulan di industri pembiakan kuda pacu Amerika Serikat.
Sebagai kuda yang tidak pernah dipacukan di usia dua tahun, Leading Change membuktikan bahwa perjalanan terhebat dalam kariernya mungkin baru saja dimulai.
Di sisi lain, kekalahan ini mengandaskan ambisi Golden Tempo untuk menyamai rekor Horse of the Year 2025, Sovereignty, yang tahun lalu berhasil menyapu bersih gelar Kentucky Derby, Belmont Stakes, dan Travers Stakes. Walau gagal mengamankan gelar Travers, pemenang dua mahkota (Double Crown) tersebut dinilai masih menjadi kandidat kuat dalam perburuan predikat terbaik musim ini.
"Saya pikir jika pemungutan suara dilakukan hari ini, Golden Tempo tetap layak membawa pulang Eclipse Award," ungkap Cox. "Ini baru pertengahan musim balap, meski sisa tahun tinggal separuh. Kita lihat saja bagaimana perkembangannya nanti. Kami akan membawa (Leading Change) kembali ke Kentucky, dan walau belum menentukan target berikutnya, kami yakin dia akan terus berkembang."
Satu hal yang pasti: kejutan di Saratoga telah mengguncang hierarki divisi kuda usia 3 tahun. Sang "anak baru" kini resmi menjadi ancaman utama yang tak boleh lagi dipandang sebelah mata.
Install SARGA.CO News
sarga.co