SARGA.CO - Kuda pacu asal Sumatra Barat yang terkenal dengan kecepatannya kembali melahirkan generasi baru. Teranyar Pelatih Tuan Amris menginformasikan kalau di Emeral Stable telah lahir seekor kuda jantan. Berdasar dokumentasi yang dikirimkan terlihat proses kelahiran belo (anak kuda) itu dibantu oleh Joki Rudy Jr. pada 30 Agustus 2026, di Kota Bukittinggi.
“Dikandang Emeral Stable baru [lahir] 1 ekor. Jantan, [warna] napas, dari induk Benteng Agam III dan pejantan Palentino,” tutur Amris kepada SARGA, Ahad, 6 September 2026 lalu.
Menariknya, Amris juga membagikan video yang menunjukkan si anak dari Benteng Agam III itu langsung menemani ibunya berputar-putar di sebuah paddock kecil.
Anak kuda yang baru berumur satu hari dan belum mendapat nama itu terlihat kian menempel dengan induknya, Benteng Agam III, yang sedang berjalan mengelilingi paddock.
Sebagai informasi tambahan, Benteng Agam III dikawinkan dengan Palentino pada 10 Oktober 2025, berdasar dokumentasi milik Amris.
Selain Benteng Agam III, Amris menjelaskan kalau ada dua ekor kuda, yang berada di bawah asuahannya, sedang dia nantikan untuk segera melahirkan. Dua kuda itu adalah Nandini Salam dan Madame Spartan.
Adapun Madame Spartan adalah kuda indukan milik San marino Stable, sementara Nandini Salam adalah kuda milik drh. Devi Kusmira.
Menurut Amris dua kuda itu diperkirakan akan brojol pada bulan September 2026. Kedua kuda yang sempat terikat dengan San Marino Stable itu memang terlihat sudah hamil besar dari foto-foto yang diberikan akhir pekan lalu.
merujuk stud book indonesia, Benteng Agam III adalah kuda betina G4 kelahiran tahun 2015. Kuda berusia 11 tahun ini belum banyak memiliki keturunan namun satu yang paling menonjol adalah Rangagam Town.
Kuda yang Agustus 2026 lalu masuk ke usia emas 3 tahun itu punya catatan apik pada dua race usia 2 tahunnya. Dia selalu menjadi jaura di Pacu Kuda Open Race Bukittinggi/Agam 2025 dan Pacu Kuda Wirabraja Cup 2026.
Rangagam Town sebenarnya diproyeksikan untuk berangkat ke Pulau Jawa untuk menjajal Kelas Pemula Indonesia Derby 2026. Sayang masalah cedera membatalkan rencana itu.
Musim Derby-nya kini berubah halauan. Sudah mulai lagi tahap latihan Rangagam Town direncakanakan akan menjajal race bergengsi kelas lokal. Sawahlunto Derby 2026. "Rencana kita ikutkan berpacu pada Race Sawahlunto Derby 2026, penyisihan akhir November dan final awal Desember 2026," terang Amris, beberapa waktu lau.
Install SARGA.CO News
sarga.co