SARGA.CO – Dunia pacuan kuda Jepang berduka setelah Admire Moon, peraih gelar JRA Horse of the Year 2007 sekaligus pemenang tiga balapan Grade 1, meninggal dunia pada usia 23 tahun akibat sakit.
Kabar tersebut diumumkan oleh Darley Japan melalui akun resmi mereka pada 7 September. Sang juara menghabiskan masa pensiunnya dalam ketenangan setelah menorehkan karier gemilang baik di lintasan pacuan maupun sebagai pejantan.
Meski dikenal sebagai petarung tangguh saat berlomba, Admire Moon justru dikenang sebagai sosok yang sangat jinak di luar arena.
tulis penghormatan terakhir dari Darley Japan yang dikutip oleh Racing Post.
Admire Moon lahir pada 23 Februari 2003 di Northern Farm, Hokkaido. Ia merupakan putra dari End Sweep dan My Katies, induk yang merupakan anak betina dari legenda pembiakan Jepang, Sunday Silence.
Bakatnya sudah terlihat sejak usia dua tahun. Ia memenangi tiga start pertamanya secara beruntun, termasuk G3 Sapporo Nisai Stakes. Pada usia tiga tahun, ia menambah koleksi prestasinya dengan kemenangan di G3 Kyodo News Hai dan G2 Yayoi Sho, membuatnya masuk jajaran unggulan generasi klasik Jepang.
Namun, penampilan di balapan klasik tidak berjalan sesuai harapan. Admire Moon hanya mampu finis keempat di Satsuki Sho (Japanese 2000 Guineas) dan ketujuh di Japanese Derby.
Puncak kariernya justru datang setahun kemudian. Musim 2007 menjadi tahun yang mengukuhkan namanya dalam sejarah. Di awal tahun, ia terbang ke Uni Emirat Arab dan menjuarai Dubai Duty Free sejauh 1.800 meter, balapan internasional Grade 1 yang kini dikenal sebagai Dubai Turf.
Setelah kembali ke Jepang, Admire Moon melanjutkan performa impresifnya dengan memenangkan Takarazuka Kinen (G1) atas jarak 2.200 meter. Pencapaian terbesar kemudian hadir pada akhir musim ketika ia menaklukkan Japan Cup (G1) sejauh 2.400 meter, salah satu balapan paling prestisius di Jepang.
Usai pensiun dari lintasan pada 2008, Admire Moon memasuki babak baru sebagai pejantan di Darley Japan.
Karier keduanya juga tidak kalah sukses. Berdasarkan data terkini dari netkeiba, ia menghasilkan lebih dari 1.000 keturunan terdaftar dan menurunkan sejumlah pemenang balapan graded stakes selama bertugas di kandang pejantan.
Putra terbaiknya adalah Fine Needle, yang memenangkan Takamatsunomiya Kinen (G1) dan Sprinters Stakes (G1) pada 2018, menjadikannya salah satu sprinter terbaik Jepang pada masanya. Putra lainnya, Seiun Kosei, juga berhasil menjuarai Takamatsunomiya Kinen.
Admire Moon resmi dipensiunkan dari tugas pejantan pada 2024. Dua tahun terakhir kehidupannya dihabiskan dengan tenang hingga akhirnya tutup usia pada September 2026.
Karier balap Admire Moon memang relatif singkat, hanya berlangsung selama 17 kali start. Namun dalam rentang waktu tersebut, ia berhasil mencapai apa yang tidak bisa diraih banyak kuda sepanjang karier mereka.
Ia menjuarai balapan elite di Jepang maupun internasional, dinobatkan sebagai kuda terbaik Jepang, lalu melanjutkan pengaruhnya melalui generasi-generasi keturunannya di arena pacuan.
Lebih dari sekadar deretan kemenangan dan trofi, Admire Moon meninggalkan jejak yang mendalam dalam sejarah pacuan Jepang. Namanya akan selalu dikenang melalui rival-rival yang pernah dihadapinya, balapan-balapan besar yang ia menangkan, serta garis keturunan yang masih terus berlari hingga hari ini.
Install SARGA.CO News
sarga.co