SARGA.CO - Santana Rembulan membuka lembaran baru dalam kariernya dengan menjadi indukan bagi Santana Stable. Rabu, 2 September 2026 lalu, dia berada di Solo di Eclipse Stable untuk dikawinkan dengan Elbrus Eclipse.
Prosesnya sendiri berjalan lancar dan Santana Rembulan saat ini masih di Solo untuk menunggu kepastian dari hasil breeding-nya.
Pemilik Santana Stable, Ronal Oktoberi, mengatakan kalau keputusan menjadikan Rembulan sebagai indukan mengingat usia pacunya yang sudah masuk 6 tahun per 1 Agustus lalu. Dengan menutup karier pacu di usia 5 tahun, diharapkan kuda itu masih produktif dan bisa melahirkan keturunan andal untuk Santana Stable.
cerita Ronal kepada SARGA.
Santana Rembulan adalah kuda alumni Indonesia Derby 2024, tepatnya di Kelas Remaja. Di race usia emasnya itu dia berhasil menjadi runner-up dan mencatatkan dirinya sebagai salah satu kuda elite, ukuran menengah.
Tidak hanya itu, di race itu juga menjadi momen yang paling berkesan, setidaknya bagi Ronal sang pemilik. “Waktu itu kita bawa kuda 4 ekor ke Bantul. Namun di race Pemula besar (A/B) kuda Santana Brave mengalami insiden. Kudanya patah (kakinya), Joki Trully (Pantouw) juga mengalami cedera di bagian bahu. Otomatis tidak bisa melanjutkan pacuan,” cerita Ronal mengenang momen itu.
Santana Rembulan yang tampil di rangakain akhir race pun tanpa pendamping joki. “Untungnya waktu itu ada Joki Marcel Singal yang kebetulan di hari itu cuma naik 1 ekor kuda. Jadi Joki Marcel lah yang menggantikan Joki Trully untuk naik Santana Rembulan,” kenang pria asal Sumatra Barat itu.
Huru-hara dan segala kepedihan bagi Santana Stable kala itu dipendam dengan kabar baik dari rembulan.
“Alhamdulillah Santana Rembulan masuk podium 2. Momen paling haru sih. Ada sedih dan bahagianya. Di satu sisi sedih karna kehilangan Santana Brave, sama joki juga cedera. Tapi di sisi lain juga bahagia karena rembulan berhasil meraih podium,” ceritaa Ronal lagi.
Selapas Indonesia Derby 2024, Santana Rembulan masuk usia pacu 4 tahun. Musim pacuan itu dia kembali menunjukkan diri yang terbaik dengan menjadi runner up, Kelas 4 Tahun C/D, Indonesia Derby 2025.
Berdasar catatan Sarga, di race usia 5 tahunnya, dia masuk Kelas D di Kejurnas Seri 2 dan Piala HB X 2025. Dia menjadi juara dan runner up.
Mulai tahun 2026, di IHR Triple Crown Serie 1 dan Serie 2, dia masuk naik kelas C. Santana Rembulan mengambil race kelas Sprint jarak 1.100 meter. Di dua kesempatan tersebut dia menuntaskan race sebagai runner up.
Di penutupan kariernya, IHR Indonesia Derby 2026, dia menjajal kelas C non-finalis, jarak 1.600 meter. Namun sayang di race terakhirnya, dia gagal naik podium dan finis di posisi 5.
Menilik prestasinya, Santana Rembulan berpeluang melahirkan lagi generasi kuda-kuda andal yang punya stamina panjang untuk melahap jarak 1 mil. Mari kita nantikan anak-anak Rembulan yang akan membawa lagi nama Santana ke panggung yang lebih besar di IHR.
Install SARGA.CO News
sarga.co