SARGA.CO - Salah satu kuda balap terbaik era modern akhirnya menutup kariernya. Romantic Warrior, juara andalan Hong Kong yang dikenal sering berlaga di berbagai negara dan menjadi kuda balap dengan pendapatan hadiah terbesar dalam sejarah, resmi pensiun karena cedera kaki. Keputusan itu mengakhiri karier gemilang yang membawanya tampil di Hong Kong, Australia, Jepang, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.
Hong Kong Jockey Club (HKJC) mengumumkan keputusan tersebut pada 2 September 2026, setelah pemeriksaan pencitraan lanjutan dan asesmen dokter hewan terhadap kaki depan gelding berwarna bay berusia delapan tahun itu. Masalah terbaru muncul pada kaki depan kiri bagian belakang, yang sebelumnya harus menjalani operasi dan pemasangan sekrup pada 2025.
Pemiliknya, Peter Lau Pak-fai, mengambil keputusan tersebut setelah berkonsultasi dengan dokter hewan HKJC. Pelatih Danny Shum Chap-shing sebelumnya juga sudah menegaskan bahwa risiko signifikan sekecil apa pun terhadap sang juara akan berarti pensiun. Romantic Warrior akan menghabiskan tiga bulan ke depan di Conghua Racecourse di bawah pengawasan dokter hewan, sebelum dipindahkan ke rumah pensiun melalui RESTART Racehorse Aftercare Programme milik HKJC. Sebuah seremoni perpisahan juga akan digelar di Sha Tin pada musim ini.
Putra Acclamation dan Folk Melody itu memulai karier sebagai lulusan Hong Kong International Sale 2021, ketika Peter Lau membelinya seharga HK$4,8 juta (sekitar Rp10 miliar). Investasi itu kemudian menghasilkan imbal balik yang nyaris tak terbayangkan: HK$288.745.697 (sekitar Rp603 miliar) dalam hadiah uang, sebuah rekor dunia yang jauh melampaui kuda balap lain.
(Total Pendapatan Romantic Warrior Setara dengan 17 Ribu Iphone 17 Pro Max)
Terobosannya datang di Hong Kong Derby 2022, sebelum ia benar-benar menegaskan keandalannya lewat kemenangan di QEII Cup dan Hong Kong Cup. Romantic Warrior kemudian memenangi Hong Kong Cup empat kali beruntun dari 2022 hingga 2025, menjadi kuda pertama yang menjuarai lomba itu lebih dari dua kali. Ia juga meraih QEII Cup empat kali pada 2022, 2023, 2024, dan 2026. Selain itu, ia dua kali memenangi Hong Kong Gold Cup dan tiga kali merebut Jockey Club Cup.
Angka-angka tersebut hanya menceritakan sebagian kisah. Kemenangan itu juga menegaskan Romantic Warrior tidak pernah puas menjadi spesialis Sha Tin semata.
(Romantic Warrior dan Kemenangan Bersejaraha Triple Crown Hong Kong 2026)
Pada Oktober 2023, Romantic Warrior bertolak ke Australia dan menampilkan salah satu performa paling menentukan dalam kariernya di G1 W.S. Cox Plate di Moonee Valley. Ditunggangi James McDonald, ia melesat di langkah-langkah terakhir untuk mengalahkan Mr Brightside dengan selisih hidung, sekaligus menjadi pemenang pertama yang dilatih di Hong Kong. Catatan waktunya, 2:03,16, hanya terpaut tipis dari rekor lomba milik Winx.
Musim berikutnya membawanya melangkah lebih jauh. Setelah memenangi Hong Kong Cup, Hong Kong Gold Cup, dan QEII Cup, Romantic Warrior merebut G1 Yasuda Kinen 2024 di Jepang. Kemenangan pada jarak 1.600 meter itu menjadikannya kuda ketiga yang dilatih di Hong Kong dan mampu memenangi lomba tersebut, mengikuti jejak Fairy King Prawn dan Bullish Luck.
Musim impresif itu memberinya gelar Hong Kong Horse of the Year pertama, sementara lima kemenangan G1 dalam satu musim menjadi rekor baru Hong Kong. Ia kemudian menambahkan gelar G1 Jebel Hatta di Dubai pada 2025, semakin memperlihatkan fleksibilitas luar biasanya.
Pada Februari 2025, Romantic Warrior menghadapi superstar dirt Jepang, Forever Young, di Saudi Cup. Dua juara itu terlibat duel sengit di lintasan lurus Riyadh, sebelum Forever Young akhirnya unggul dengan selisih leher.
Kekalahan itu diikuti kemunduran serius. Romantic Warrior menjalani operasi pemasangan sekrup pada kaki depan kirinya. Untuk seekor kuda yang sudah berada di fase akhir karier, tidak ada jaminan ia bisa kembali pada level yang sama. Namun, ia justru pulih dan tampil lebih kuat.
Romantic Warrior tak terkalahkan dalam enam start pada musim berikutnya. Kemenangan-kemenangannya mencakup Hong Kong Cup, Hong Kong Gold Cup, dan QEII Cup lainnya, sebelum ia menjadi kuda ketiga yang menyelesaikan Hong Kong Triple Crown lewat kemenangan di Champions & Chater Cup berjarak 2.400 meter di Sha Tin pada Mei 2026.
Dengan race tersebut sebagai penampilan terakhirnya, Romantic Warrior pensiun dengan rekor luar biasa: 24 kemenangan dari 31 start. Sebanyak 15 di antaranya merupakan kemenangan G1, jumlah terbanyak yang pernah dicapai kuda yang dilatih di Hong Kong.
Bagi pelatih Danny Shum, Romantic Warrior bukan sekadar juara di kandang. “Saya mencintainya seperti anak sendiri dan jika ada risiko sekecil apa pun, ia akan dipensiunkan,” kata Shum sebelum keputusan itu diambil, seperti dikutip The Standard. “Kami terhubung di hati.”
Kepala eksekutif HKJC, Winfried Engelbrecht-Bresges, menggambarkan Romantic Warrior sebagai kuda yang benar-benar unik karena kemauannya untuk terus menerima tantangan baru.
“Ia tidak tahu cara mengambil langkah mundur,” ujar Engelbrecht-Bresges, dikutip The Standard. “Ia memiliki hati singa sejati seorang pemenang. Kuda balap yang paling paripurna.”
Sementara bagi Joki James McDonald, yang menunggangi Romantic Warrior dalam 20 dari 31 start dan mengantarnya meraih semua kecuali satu dari 15 kemenangan G1, kuda itu juga telah mengubah kariernya. Setelah pengumuman pensiun, McDonald mengakui kabar tersebut sangat memengaruhinya.
“Setiap kali saya menungganginya, saya menghargainya seolah itu adalah kesempatan terakhir saya bersamanya,” kata McDonald, seperti dikutip Racing Post. “Ia benar-benar seperti bintang rock dan kuda yang akan selalu saya hargai serta syukuri.”
Romantic Warrior meninggalkan dunia balap dengan daftar pencapaian yang mungkin membutuhkan beberapa generasi untuk dilampaui. Namun, warisan terbesarnya barangkali bukan satu trofi tertentu.
Ia berlomba seolah batas negara tidak pernah ada. Hong Kong, Melbourne, Tokyo, Dubai, dan Riyadh hanyalah panggung berbeda untuk ambisi yang sama. Romantic Warrior berulang kali menghadapi kuda-kuda terbaik yang tersedia, bahkan ketika itu berarti meninggalkan zona nyaman atau tampil pada jarak dan permukaan lintasan yang kurang familiar.
Kariernya karena itu terasa bukan sekadar kisah tentang kuda balap Hong Kong yang sesekali bepergian ke luar negeri, melainkan kisah seorang juara dunia yang kebetulan menjadikan Hong Kong sebagai rumah.
Kini, setelah 31 start dan hampir lima tahun berkompetisi, Romantic Warrior meninggalkan olahraga ini bukan hanya sebagai salah satu kuda terbaik Hong Kong, tetapi juga sebagai salah satu petualang terbesar balap modern, sekaligus pemenang hadiah terbesar sepanjang sejarah.
Install SARGA.CO News
sarga.co