SARGA.CO - Mejiro Piola, satu-satunya kuda pacu yang menyandang nama Mejiro yang terkenal selama era Reiwa, telah dibatalkan pendaftarannya di JRA.
Kuda betina berusia tiga tahun tersebut kemudian ditawarkan di pelelangan, menyerahkan masa depannya ke tangan pemilik baru dan mengakhiri upaya singkat untuk mengembalikan salah satu dinasti pacuan kuda paling dirayakan di Jepang ke arena balap.
Namun, meskipun mimpi itu tidak terwujud pada Mejiro Piola, kisahnya sebagai satu-satunya Mejiro di era Reiwa mungkin belum sepenuhnya berakhir.
Karier JRA Mejiro Piola lebih diwarnai oleh sekilas potensi daripada kemenangan. Ia menunjukkan kemampuan yang cukup di balapan maiden (kuda pemula) untuk finis di posisi kedua pada beberapa kesempatan, namun tidak bisa mengubah upaya tersebut menjadi kemenangan yang akan mempertahankan kariernya di JRA.
Meskipun hasil-hasilnya menunjukkan bahwa lintasan tanah (dirt) dan jarak yang lebih pendek mungkin lebih sesuai dengan kemampuannya, berbeda dengan kuda-kuda stayer dan pemenang Klasik Mejiro di masa lalu, Mejiro Piola justru dipindahkan ke lintasan rumput (turf) untuk balapan 2.400m di Niigata pada 16 Agustus. Eksperimen ini berjalan buruk, karena ia finis di urutan terakhir dengan jarak ketertinggalan 10 panjang kuda (lengths).
Seiring berjalannya musim usia tiga tahunnya dan kesempatan di balapan maiden JRA yang semakin terbatas, keputusan untuk melepaskannya akhirnya dibuat, sama seperti yang dilakukan untuk Still I Rise, cucu dari Vodka dan Daiwa Scarlet.
Menyusul pembatalan pendaftarannya, Mejiro Piola dilelang seharga ¥5 juta, dengan masa depannya yang masih terbuka.
Kepindahan ke balapan NAR akan menawarkan satu rute yang memungkinkan untuk kembali berkompetisi, seperti yang telah berhasil pada kuda-kuda lain yang kariernya di JRA tampak menemui jalan buntu. Apakah hal itu akan terjadi masih belum pasti, karena pemilik barunya bisa saja memilih untuk memensiunkannya dari dunia balap, menjadikannya indukan (broodmare), atau menjadikannya kuda tunggang yang jauh dari arena pacuan.
Bagian menarik dari kisah Mejiro Piola adalah bahwa ia mungkin bukanlah upaya terakhir untuk membangkitkan nama terkenal tersebut. Perhatian sudah mulai beralih ke Mejiro Marian 2025, kuda yang lebih muda dengan pejantan yang bagus yaitu Drefong, dan potensi penggunaan nama Mejiro untuk debut musim gugurnya telah didiskusikan oleh para penggemar balap.
Mejiro Piola memikul beban sejarah yang sangat besar di punggungnya hanya dengan menyandang nama tersebut. Ia mewakili hubungan nostalgia antara masa lalu pacuan kuda Jepang dan masa kininya, betapapun singkatnya hal itu terjadi.
Meskipun apa yang akan terjadi padanya selanjutnya masih belum diketahui, kisahnya telah memberikan suatu hal yang penting. Selama ia masih hidup, Mejiro Piola mengingatkan generasi baru bahwa nama Mejiro masih mampu membuat orang bermimpi.
Untuk sebuah dinasti yang pernah melahirkan beberapa juara terhebat dalam olahraga ini, mungkin itu sudah cukup bagi seekor kuda betina kecil untuk meninggalkan jejaknya.
Install SARGA.CO News
sarga.co