SARGA.CO - Emmera Sakti PM menghembuskan napas terakhirnya, Selasa, 25 Agustus 2026. Kurang dari sebulan setelah masuk kelompok usia kuda pacu 4 tahun, kuda betina milik Pasir Mas Stable itu tak lagi bisa beraksi di lintasan pacu.
Berdasar informasi yang SARGA News dapat dari Dokter Hewan Ali Hurajat, yang menangani Emmera, anakan Touareq X Bunlans Sky itu mengalami masalah kolik yang diawali diare selama dua hari.
Emmera baru saja menjajal panggung Indonesia's Horse Racing (IHR) Indonesia Derby 2026. Di pacuan kuda di Legok Jawa, Pangandaran yang juga merupakan Kejuaraan Nasional Pacuan Kuda (Kejurnas) Seri 1 ke-60 itu, Emmera memang hanya finis di urutan ke-8. Namun, perlu diingat, lintasan 2.000 meter Indonesia Derby yang dia selesaikan adalah kejuaraan kuda-kuda unggulan di usia emasnya. Sehingga bisa dibilang Emmera adalah salah satu kuda terbaik di angkatannya.
Emmera Sakti PM yang merupakan kuda ternakan Emeral Stable, Bukittinggi, Sumatra Barat, merupakan jagoan di Ranah Minang. Lahir dan besar di sana, kuda yang dahulu hanya bernama Emmera ini menjalani debutnya di Sawahlunto Derby 2024. Di rangkaian race akhir tahun itu, di turun di Kelas Perdana A/B, jarak 800 meter.
Tahun 2025, dia menjajal Kelas Pemula A/B jarak 1.200 meter, dia menjadi juara. Lanjut lagi di Pacu Kuda Wisata Derby Bukittinggi-Agam 2025, dia turun di Kelas Pemula A/B jarak 1.400 meter, pada kesempatan itu dia harus puas finis sebagai runner up.
Di penghujung tahun, ajang Sawahlunto Derby, dia kembali turun. Kali ini masuk Kelas Calon Derby dia bertarung dengan 12 ekor kuda di jarak 1.500 meter. Di race itu dia kalah dari kuda-kuda jagoan yang kemudian menembus race nasional, Milea Guti dan Sir Orbit. Dia harus puas finis keempat.
Namun, musim derby-nya baru saja dimulai dan menunjukkan perkembangan. Tiga pekan kemudian, di Bukittinggi Derby, dia kembali turun di Kelas Calon Derby, jarak 1.600 meter. Kali ini dia finis sebagai runner-up.
Kesempatan berikutnya di Wirabraja Cup pada Februari 2026 dan Bukittinggi/Agam Derby, jarak 1.600 meter dan 1.700 meter, dia menjadi yang terdepan dan menjadi juara.
Dua kemenangan itu juga yang kemudian membuat Emmera menarik Pemilik Gelanggang Pacuan Kuda Coban Joyo Pasuruan, Haji Munir, untuk memboyognya ke Pulau Jawa.
Setelah diboyong Haji Munir, Emmera langsung menjajal Indonesia Derby 2026 dan melewati babak penyisihan dengan mulus. Meski di babak final dia belum berhasil menjadi juara.
Pertarungan di Kelas Terbuka baik Sprint maupun 2.000 meter, siap menanti aksinya di kelas 4 tahun ke atas. Namun, ternyata nasib berkata lain. Emmera harus menghembuskan napas terakhirnya dan beristirahat dalam keabadian.
Install SARGA.CO News
sarga.co