SARGA.CO - Lovcen tampil sebagai pemimpin mutlak divisi kuda turf usia tiga tahun Jepang setelah menutup rangkaian race musim semi 2026 dengan prestasi gemilang melalui kemenangan di Satsuki Sho dan Japanese Derby.
Putra pejantan World Premiere tersebut menempati posisi teratas dalam Peringkat Resmi Kuda Turf Usia Tiga Tahun JRA (Japan Racing Association) untuk periode 1 Januari hingga 30 Juni 2026 dengan rating 119. Di bawahnya terdapat Peintre Naif dengan rating 118 setelah finis kedua di Japanese Derby. Sementara Basse Terre, Going to Sky, dan Realize Sirius berbagi posisi berikutnya dengan rating 117.
Peringkat ini menegaskan kualitas dan kedalaman generasi terbaru kuda pacu Jepang, dengan para penampil terbaik dari tiga balapan klasik musim semi, yaitu Satsuki Sho, Oka Sho, dan Japanese Oaks, mendominasi jajaran tertinggi.
Posisi puncak Lovcen dibangun melalui dua kemenangan paling prestisius yang dapat diraih seekor kuda jantan usia tiga tahun di Jepang.
Musim seminya diawali dengan finis ketiga pada G3 Kyodo News Hai sejauh 1.800 meter pada 15 Februari, tepat di belakang pemenang Realize Sirius. Namun, Lovcen segera membalas dengan performa luar biasa pada Satsuki Sho di Nakayama pada 19 April. Memimpin sejak start hingga garis finis, ia merebut leg pertama Triple Crown sekaligus memecahkan rekor lintasan dengan catatan waktu 1 menit 56,5 detik.
Enam pekan kemudian, Lovcen turun di Japanese Derby di Tokyo Racecourse. Meski memulai dari gate luar dan sempat kehilangan posisi sesaat setelah start, ia mampu bangkit dan memenangkan balapan klasik sejauh 2.400 meter tersebut dengan selisih satu kepala atas Peintre Naif.
Kemenangan itu menjadikannya kuda jantan ke-25 dalam sejarah yang berhasil menyapu gelar Satsuki Sho-Japanese Derby, mengikuti jejak Contrail pada 2020.
Kesuksesan tersebut juga menjadi kemenangan Derby pertama bagi pelatih Haruki Sugiyama dan joki Kohei Matsuyama. Bagi Lovcen sendiri, hasil ini mengukuhkan musim 2026 sebagai salah satu kampanye paling menonjol dalam generasi kuda usia tiga tahun Jepang saat ini.
Peintre Naif berada di posisi kedua dengan rating 118 setelah hanya kalah satu kepala dari Lovcen di Japanese Derby. Kuda milik Carrot Farm yang dilatih Tetsuya Kimura tersebut membuktikan kemampuannya pada jarak klasik yang lebih panjang melalui penampilan impresifnya di Derby.
Rating tersebut menempatkannya hanya terpaut satu poin dari Lovcen dan menjadikannya salah satu kandidat utama yang berpotensi menantang dominasi sang pemuncak klasemen pada paruh kedua musim 2026.
Di kelompok berikutnya dengan rating 117, Basse Terre finis ketiga di Derby, sedangkan Going to Sky menempati posisi keempat. Dengan demikian, empat besar Japanese Derby seluruhnya tercermin di kelompok teratas peringkat resmi JRA.
Sementara itu, Realize Sirius memperoleh rating 117 berkat finis keduanya di belakang Lovcen dalam Satsuki Sho.
Nama lain yang juga menarik perhatian adalah Rodeo Drive, pemenang NHK Mile Cup, yang turut mengantongi rating 117. Hal ini menunjukkan bahwa kekuatan generasi usia tiga tahun Jepang tidak hanya terpusat pada balapan klasik, tetapi juga tersebar pada berbagai kategori jarak.
Peringkat JRA juga menyoroti performa terbaik kuda betina usia tiga tahun sepanjang paruh pertama musim.
Star Anise, yang sebelumnya dinobatkan sebagai Best Two-Year-Old Filly setelah memenangkan Hanshin Juvenile Fillies, memperoleh rating 116 berkat kemenangan di Oka Sho pada 12 April di Hanshin.
Putri pejantan Drefong tersebut mengalahkan Garavogue dengan keunggulan 2½ panjang dalam balapan sejauh 1.600 meter, mencatatkan waktu kemenangan 1 menit 31,5 detik pada leg pertama Triple Crown untuk filly.
Sementara itu, Japanese Oaks menghadirkan pemenang klasik baru dalam diri Juryoku Pierrot. Kuda betina tersebut mendapatkan rating 112 setelah menjuarai balapan sejauh 2.400 meter di Tokyo pada 24 Mei. Dream Core dan Laughterlines, yang finis kedua dan ketiga, masing-masing memperoleh rating 111.
Hasil-hasil tersebut menunjukkan bahwa peringkat 2026 tidak semata-mata didominasi oleh performa di Satsuki Sho dan Japanese Derby. Para pelari terbaik dari kategori mile hingga jarak jauh turut memperlihatkan kualitas yang menjadikan angkatan tahun ini sebagai salah satu generasi paling kompetitif dalam beberapa tahun terakhir.
Meski saat ini unggul satu poin atas Peintre Naif dan dua poin dari kelompok kuda dengan rating 117, perjalanan musim 2026 masih jauh dari kata selesai bagi Lovcen.
Peringkat JRA yang dirilis hingga 30 Juni hanya menggambarkan performa sepanjang kampanye musim semi dan belum menjadi penilaian akhir terhadap generasi usia tiga tahun tahun ini.
Dua gelar klasik yang diraih Lovcen memang memberinya rekam jejak terkuat sejauh ini, tetapi agenda balapan musim panas dan musim gugur akan memberikan peluang bagi para rival untuk memangkas jarak.
Peringkat tersebut juga menghadirkan kombinasi menarik antara spesialis balapan klasik dan para pemenang di jarak yang lebih pendek. Selain Rodeo Drive, kuda-kuda seperti Star Anise dan Ask Ikigomi juga mengantongi rating 116, sementara sejumlah nama lain membangun reputasi mereka melalui NHK Mile Cup, Japanese Oaks, maupun berbagai balapan trial utama.
Untuk saat ini, hanya sedikit ruang perdebatan mengenai siapa yang menjadi yang terbaik. Setelah menaklukkan Satsuki Sho dan Japanese Derby, Lovcen berdiri sendirian di puncak peringkat kuda turf usia tiga tahun Jepang dan memasuki paruh kedua 2026 sebagai kuda yang harus dikejar oleh semua rivalnya.
Install SARGA.CO News
sarga.co