SARGA.CO – Debu di lintasan pacu Legok Jawa, Pangandaran, mungkin telah mengendap, namun gema dari derap langkah terakhir She’s Coming masih membekas kuat. Setelah menyelesaikan penampilannya di Kejurnas Seri 1 Indonesia Derby 2026 pada Juli lalu, kuda betina kebanggaan tim Aragon dan Jawa Barat ini resmi menutup lembaran karier balapnya yang legendaris.
Bagi sang pelatih, Dani Saddak, momen pensiun ini bukan sekadar urusan teknis, melainkan perpisahan emosional dengan sosok yang kian akrab. Saking dekatnya, Dani kerap menyapa She’s Coming dengan panggilan ‘Neng’—sebuah sapaan hangat dalam budaya Sunda untuk anak perempuan. Panggilan ini menjadi bukti betapa dalamnya ikatan yang terjalin sejak Dani merawatnya sejak lahir hingga kini berusia sembilan tahun.
Momen perpisahan yang dinanti terjadi pada Minggu, 26 Juli 2026. Turun di Race ke-XI, Kelas 3 Tahun ke Atas THB INA jarak 1.600 Meter, She’s Coming melaju dengan nomor pelana 1. Ia didampingi oleh Joki Abdul Majid, sosok setia yang telah menjadi mitranya di lintasan selama beberapa tahun terakhir.
Dalam balapan yang diikuti oleh lima ekor kuda tersebut, si ‘Neng’ menunjukkan sisa-sisa kejayaannya dengan mencoba mencuri keunggulan perlahan dari posisi belakang. Meski semangat juangnya belum padam, faktor usia memberikan tantangan tersendiri. She’s Coming harus puas finis di posisi keempat dengan catatan waktu 2 menit 0,82 detik.
Ia hanya terpaut tipis dari Sunglow Nagari di posisi ketiga (2 menit 0,16 detik). Sementara itu, dua posisi terdepan ditempati oleh Lord Montjeu T.A. (1 menit 59,09 detik) dan Vaux Theatre (1 menit 59,75 detik). Walau terpaut sepersekian detik dari piala terakhir, penampilan tersebut menjadi kontribusi penutup yang manis bagi Kontingen Jawa Barat di IHR 2026.
Pensiunnya She’s Coming menandai berakhirnya keterlibatan salah satu jagoan utama di kelas Thoroughbred Indonesia (THB INA)—kuda Thoroughbred yang lahir dan besar di Tanah Air. Dalam dua tahun terakhir, khususnya di Kelas 3 Tahun ke Atas, She's Coming terlibat dalam persaingan tingkat tinggi melawan kuda-kuda tangguh lainnya.
Berdasarkan catatan SARGA, She’s Coming sempat mendominasi dengan menjadi Juara 1 sebanyak dua kali pada tahun 2025, yakni di ajang IHR Cup (Juli 2025) dan Merdeka Cup (Agustus 2025). Namun, ia tidak sendirian di puncak. Lord Montjeu T.A. dan Star Montjeu T.A. dari Tombo Ati Stable, serta Vaux Theatre, menjadi pesaing tetap yang paling sering beradu cepat dengannya.
Lord Montjeu T.A. tercatat sebagai rival yang sering menghambat langkah She’s Coming menuju podium tertinggi. Memasuki tahun 2026, persaingan semakin memanas dengan munculnya Sunglow Nagari yang mulai rutin naik podium. Kelima kuda ini saling bergantian menjadi juara di kelas THB INA yang hampir selalu terselenggara di setiap event besar. Kepergian She’s Coming dari lintasan tentu akan meninggalkan lubang besar dalam rivalitas klasik ini, sekaligus membuka jalan bagi lahirnya jagoan baru di kelas THB INA.
Usia sembilan tahun adalah masa di mana seorang atlet lintasan seperti She’s Coming selayaknya beristirahat. Usai balapan di Pangandaran, Dani Saddak menunjukkan keikhlasannya. "Enggak yang seperti diharapkan, tapi ya kita enggak bisa memaksakan, ya karena mungkin juga karena sudah umur juga ya. Selamat sampai finis saja sudah alhamdulillah," ujarnya.
Keputusan memensiunkan kuda kelahiran 2017 ini didasari oleh keinginan untuk memberikan waktu istirahat, setelah enam tahun "diperas keringatnya" demi prestasi, termasuk saat ia menyumbangkan dua medali Kejurnas untuk Jawa Barat.
Kini, She’s Coming akan bertransisi menjadi indukan dengan harapan dapat menurunkan genetik juara dan semangat juangnya kepada generasi kuda pacu masa depan. "Bakal kangen sih pasti, cuma nanti kita main-main ke peternakan saja, biar dia happy-happy di sana," tambah Dani.
Selamat beristirahat, She's Coming. Terima kasih atas setiap detik perjuangan di lintasan dan dedikasi yang tak tergoyahkan bagi dunia pacuan kuda Indonesia.
Install SARGA.CO News
sarga.co