SARGA.CO - Jajamine, putri cantik berwarna putih dari sang juara eksentrik Gold Ship, seharusnya mendapatkan satu kesempatan terakhir untuk tampil dalam balapan maiden JRA pada 13 September di Nakayama Racecourse. Namun, harapan itu kandas bahkan sebelum gerbang start dibuka.
Kuda betina muda tersebut dijadwalkan turun dalam balapan maiden (kuda yang belm pernah menang) untuk kuda berusia tiga tahun sejauh 1.600 meter. Ia menempati gerbang bagian dalam dengan Joki Ikuya Kowata. Namun, ketika memasuki lintasan, Jajamine mengalami masalah fisik dan dinyatakan tidak dapat mengikuti balapan. Kowata juga terjatuh dari pelana dan mengalami cedera dalam insiden tersebut.
Lahir pada 2023 dari induk Satono Jasmine dan dibesarkan oleh Kinya Murakami, Jajamine saat ini dimiliki oleh Laurel Racing serta dilatih Fumimasa Takahashi di Miho. Bulu putihnya yang memukau langsung menarik perhatian, terlebih karena ia merupakan putri Gold Ship dan berasal dari keluarga legendaris dengan sejumlah hubungan silsilah ternama lainnya.
Namun, persoalannya bukan terletak pada penampilannya, melainkan pada kesulitannya untuk benar-benar menyelesaikan sebuah balapan. Jajamine menjalani debut di Kyoto pada Mei dan finis di posisi ke-14 dari 15 peserta dalam lomba sejauh 2.000 meter. Saat itu, ia tampak sangat kesulitan beradaptasi dengan suasana di arena dan membutuhkan upaya besar dari sang joki untuk menenangkannya.
Kesempatan kedua datang di Hanshin pada Juni. Namun, Jajamine kembali gelisah di dalam gerbang start dan akhirnya dinyatakan tidak mengikuti balapan setelah bertindak agresif di dalam gerbang serta mengalami memar pada kakinya. Laporan resmi JRA mencatat insiden tersebut. Setelah itu, ia tidak kembali berlomba selama sekitar dua hingga tiga bulan hingga jadwal balapan terbarunya ini.
Menurut pelatih Takahashi, seperti dikutip Sanspo ZBAT!, ia berharap tersedia lebih banyak waktu dan setidaknya satu sesi uji coba agar Jajamine dapat dipersiapkan dengan lebih baik, alih-alih langsung diturunkan dalam balapan utama.
“Seandainya kami sempat mengikuti satu balapan sebelumnya, kami mungkin bisa menyiapkan langkah-langkah tertentu. Namun, karena ia langsung turun di ajang utama tanpa balapan pendahuluan, saya berharap kami memiliki sedikit lebih banyak waktu. Meski begitu, saya merasa kami sudah melakukan persiapan. Saya benar-benar berharap bisa melihatnya berlari,” ungkap Takahashi.
Pembahasan mengenai masa depan Jajamine akan dilakukan bersama para pemiliknya. Salah satu pilihan yang tersedia adalah menjadikannya induk untuk pembiakan.
ujar Takahashi.
Meski memiliki silsilah unggul dan popularitas tinggi, Jajamine berulang kali terlihat tidak nyaman berada dalam lingkungan balap. Karena itu, sejumlah penggemar berspekulasi bahwa pilihan terbaik baginya adalah pensiun sepenuhnya dan menjalani kehidupan yang tenang.
Install SARGA.CO News
sarga.co