SARGA.CO - Point of Law menciptakan kejutan besar dengan menjuarai Melbourne Cup 2026 di Flemington Racecourse, Australia, Selasa 3 November. Baru menjalani start keenam sepanjang kariernya, kuda asal Inggris itu sukses menaklukkan persaingan dalam balapan legendaris sejauh 3.200 meter tersebut.
Di bawah kendali joki Ethan Brown, Point of Law menunjukkan penyelesaian luar biasa setelah menghabiskan sebagian besar lomba di belakang. Saat Royal Supremacy sempat unggul jauh hingga sekitar 20 panjang, Point of Law tetap tenang menunggu momen untuk melancarkan serangan.
Memasuki lintasan lurus, Brown membawa Point of Law melesat mengejar pemimpin lomba. Akselerasi impresifnya membuahkan hasil ketika ia melewati Royal Supremacy dan menjauh dari para pesaing, lalu finis dengan keunggulan dua panjang kuda.
Zahrann finis di posisi kedua, disusul Juja Kibo di urutan ketiga. Ketiganya dilatih oleh Ciaron Maher, yang sekaligus mencetak sejarah sebagai pelatih pertama yang menempatkan tiga kudanya di posisi tiga besar Melbourne Cup.
Kemenangan ini menjadi gelar Melbourne Cup kedua bagi Maher setelah sebelumnya turut melatih Gold Trip yang menang pada 2022. Bagi Brown, hasil tersebut merupakan kemenangan pertamanya dalam ajang paling bergengsi di kalender pacuan kuda Australia.
Tak hanya dramatis, kemenangan Point of Law juga istimewa karena ia menjadi pemenang Melbourne Cup dengan pengalaman balap paling minim pada era modern, sejak ajang tersebut mulai menginternasionalkan pesertanya pada 1993.
Melbourne Cup 2026 memperebutkan total hadiah A$10,2 juta atau sekitar Rp130 miliar, berdasarkan kurs tengah indikatif Rp12.749,96 per dolar Australia pada 3 November 2026. Dari kuda yang baru menapaki awal karier hingga menjadi juara di panggung terbesar Australia, Point of Law sukses mencuri perhatian dunia pacuan kuda.
Install SARGA.CO News
sarga.co