SARGA.CO - Pelestarian kuda lokal Indonesia mendapat perhatian khusus dalam peringatan Dies Natalis ke-57 Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM). Melalui penyelenggaraan Kontes Ternak Kuda Lokal, UGM mendorong peningkatan kualitas sekaligus memperkenalkan potensi kuda nusantara sebagai bagian dari kekayaan sumber daya genetik Indonesia.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang unjuk kualitas kuda lokal, tetapi juga ruang pertemuan bagi peternak, pemilik kuda, komunitas pecinta kuda, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan untuk berbagi pengetahuan serta pengalaman dalam pengembangan peternakan kuda.
Kontes tersebut menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap keberadaan dan keunggulan kuda lokal Indonesia. Selain memiliki nilai historis dan budaya, kuda nusantara juga menyimpan potensi besar untuk dikembangkan dalam berbagai sektor, mulai dari olahraga berkuda, pariwisata, hingga ekonomi peternakan.
Bukan Sekadar Kontes, tetapi Upaya Menjaga Plasma Nutfah
Melalui kegiatan ini, Fakultas Peternakan UGM ingin mendorong para peternak untuk semakin memperhatikan kualitas pemeliharaan dan pembibitan kuda lokal.
Aspek yang menjadi perhatian meliputi manajemen pemeliharaan, kesehatan hewan, pemberian pakan, seleksi bibit, hingga peningkatan mutu genetik. Penerapan prinsip peternakan yang baik diharapkan dapat menghasilkan kuda lokal berkualitas sekaligus menjaga keberlanjutan populasinya.
Upaya tersebut penting karena kuda lokal merupakan bagian dari plasma nutfah Indonesia yang perlu dijaga dan dikembangkan. Setiap daerah memiliki potensi sumber daya genetik kuda dengan karakteristik tersendiri yang dapat menjadi kekuatan dalam pengembangan peternakan nasional.
Penyelenggaraan Kontes Ternak Kuda Lokal juga mempertegas peran perguruan tinggi dalam menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat. Fakultas Peternakan UGM tidak hanya berfokus pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga mendorong kontribusi nyata dalam pelestarian ternak lokal serta pemberdayaan peternak.
Melalui momentum Dies Natalis ke-57, kegiatan ini diharapkan dapat berkembang menjadi agenda berkelanjutan sekaligus membuka peluang kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, organisasi peternakan, komunitas, dan pelaku usaha.
Dengan kolaborasi tersebut, kuda lokal Indonesia diharapkan tidak hanya terjaga keberadaannya, tetapi juga semakin berkembang dan memiliki daya saing. Sebab, melestarikan kuda nusantara bukan sekadar menjaga warisan masa lalu, melainkan juga membangun potensi industri peternakan dan olahraga berkuda Indonesia di masa depan.
Install SARGA.CO News
sarga.co