SARGA.CO - Kalpana, salah satu kuda betina pacu terbaik Inggris di nomor jarak menengah, resmi pensiun dari lintasan balap untuk memulai karier baru sebagai induk pembiakan (broodmare). Kuda berusia lima tahun tersebut mengakhiri kariernya setelah finis di posisi ketujuh pada G1 British Champions Fillies & Mares Stakes di Ascot, Sabtu 17 Oktober 2026.
Putri dari pejantan Study Of Man itu menutup karier dengan catatan sembilan kemenangan dari 20 kali start, termasuk empat kemenangan Grade 1 (G1), serta total hadiah balapan sebesar £2.861.364 atau sekitar Rp63 miliar, berdasarkan asumsi kurs £1 setara Rp22.000.
Pelatih Andrew Balding menyebut Kalpana sebagai “horse of a lifetime”, ungkapan untuk kuda istimewa yang meninggalkan kenangan mendalam sepanjang kariernya di kandang Kingsclere.
Musim 2026 Jadi Puncak Karier
Sebelum pensiun, Kalpana telah membuktikan kualitasnya dengan menjuarai British Champions Fillies & Mares Stakes pada 2024 dan 2025. Ia sempat membidik sejarah dengan berusaha meraih gelar ketiga secara beruntun pada 2026, tetapi harus puas finis di urutan ketujuh di belakang Minnie Hauk.
Hasil tersebut datang setelah musim yang melelahkan. Kalpana sebelumnya memenangi Yorkshire Oaks dan finis kelima di Prix de l’Arc de Triomphe, dua kompetisi bergengsi yang menguras tenaganya.
Balding mengakui rangkaian balapan berat tersebut kemungkinan berdampak pada penampilan terakhir Kalpana. Meski tidak menutup karier dengan kemenangan, ia bersyukur sang kuda menyelesaikan perlombaan dengan selamat tanpa masalah serius.
Kemenangan King George Jadi Kenangan Terindah
Dari empat gelar G1 yang diraih Kalpana, kemenangan di King George VI and Queen Elizabeth Stakes pada Juli 2026 menjadi pencapaian paling berkesan.
Dalam perlombaan bergengsi sejauh sekitar 2.400 meter tersebut, Kalpana mengalahkan juara Calandagan dengan keunggulan satu setengah panjang kuda. Kemenangan itu sekaligus menjadi pembalasan setelah ia kalah dari lawan yang sama pada edisi tahun sebelumnya.
Bagi Balding, keberhasilan tersebut memiliki nilai emosional karena ayahnya, Ian Balding, pernah memenangi ajang yang sama bersama kuda legendaris Mill Reef pada 1971.
“Dia memiliki karier yang luar biasa dan tidak berutang apa pun kepada kami. Kemenangan King George adalah hari yang akan selalu saya kenang. Dia benar-benar kuda yang sangat istimewa sepanjang hidup saya,” ujar Balding, dikutip dari Racing Post.
Joki Colin Keane Kenang Prestasi Kalpana
Joki Colin Keane juga menjadi bagian penting dalam perjalanan Kalpana. Ia menunggangi Kalpana sebanyak 10 kali dan berperan dalam tiga dari empat kemenangan G1 sang kuda.
Keane menilai sejumlah perlombaan berat sepanjang musim telah memengaruhi kondisi Kalpana. Meski kecewa dengan hasil terakhirnya, ia bersyukur Kalpana dapat menyelesaikan karier balap tanpa cedera serius.
Menurutnya, kemenangan di King George dan Yorkshire Oaks sudah menjadi pencapaian luar biasa yang sulit dilupakan.
Memulai Babak Baru sebagai Induk Pembiakan
Kalpana dibesarkan sekaligus dimiliki Juddmonte, organisasi pacuan dan pembiakan kuda ternama yang didirikan mendiang Pangeran Khalid Abdullah. Dengan silsilah dari Study Of Man, putra Deep Impact yang menjuarai Prix du Jockey Club, Kalpana memiliki garis keturunan yang menggabungkan kualitas pacuan Eropa dan darah unggulan Jepang.
Setelah pensiun, Kalpana akan menjalani karier sebagai induk pembiakan di Juddmonte. Pengalaman sebagai juara empat kali G1 dan prestasinya pada jarak 2.400 meter menjadi modal penting bagi perannya dalam menghasilkan generasi kuda pacu berikutnya.
Kalpana memang tidak menutup karier dengan kemenangan, tetapi sembilan kemenangan, empat gelar G1, dan hadiah balapan hampir Rp63 miliar menjadi bukti perjalanan gemilangnya. Kini, warisan sang juara akan berlanjut melalui keturunannya di dunia pacuan kuda.
Install SARGA.CO News
sarga.co