SARGA.CO – Kabar duka datang dari dunia pacuan kuda Jepang. Deep Brillante, pemenang G1 Japanese Derby 2012 yang dikenang lewat duel dramatis melawan Gold Ship dan Fenomeno, meninggal dunia pada usia 17 tahun akibat komplikasi setelah menjalani operasi.
Paca Paca Farm, tempat kelahirannya sekaligus lokasi masa pensiunnya, mengumumkan kabar tersebut. Deep Brillante mengalami komplikasi setelah operasi untuk memperbaiki kandung kemih yang pecah akibat batu saluran kemih.
Pihak Paca Paca Farm menyampaikan kesedihan mendalam atas kepergian kuda yang kembali ke peternakan tersebut setelah mengakhiri kariernya sebagai pejantan pada musim pembiakan 2023.
Lahir dari Deep Impact dan Love And Bubbles, Deep Brillante menunjukkan potensinya sejak awal karier. Ia meraih kemenangan debut pada Oktober 2011, kemudian menjuarai G3 Tokyo Sports Hai Nisai Stakes.
Puncak kariernya datang pada Japanese Derby 2012. Bersama joki Yasunari Iwata dan pelatih Yoshito Yahagi, Deep Brillante memenangi balapan bergengsi tersebut dengan keunggulan sangat tipis, hanya selisih hidung atas Fenomeno. Gold Ship juga menjadi bagian dari persaingan ketat dalam Derby tersebut.
Kemenangan itu menjadi gelar Japanese Derby pertama bagi Iwata dan Yahagi. Deep Brillante kemudian berlaga di Inggris dalam G1 King George VI and Queen Elizabeth Stakes di Ascot, tetapi finis di posisi kedelapan. Cedera tendon pada kaki depan kanannya akhirnya mengakhiri karier balapnya lebih awal.
Warisan di lintasan dan dunia pembiakan
Deep Brillante menutup karier balap dengan catatan tiga kemenangan, dua kali finis kedua, dan satu kali finis ketiga dari tujuh start. Ia mengumpulkan total hadiah sebesar ¥292.056.000, setara sekitar Rp33,6 miliar dengan asumsi kurs ¥1 = Rp115.
Setelah pensiun dari lintasan, ia menjalani karier sebagai pejantan di Shadai Stallion Station sebelum pindah ke Breeders Stallion Station. Keturunannya meneruskan garis darah Sunday Silence dan Deep Impact, termasuk Elton Barows, pemenang G2 Mainichi Okan 2023, serta Mozu Bello, pemenang G2 Nikkei Shinshun Hai 2020.
Kepergian Deep Brillante menandai berakhirnya perjalanan salah satu juara klasik Jepang. Meski karier balapnya relatif singkat, kemenangan dramatis di Japanese Derby dan warisan yang ditinggalkannya melalui keturunan akan terus menjadi bagian dari sejarah pacuan kuda Jepang. (Sumber: Netkeiba, JRA)
Install SARGA.CO News
sarga.co