SARGA.CO - Royal Delta membuktikan bahwa harga fantastis bisa sebanding dengan prestasi. Dibeli seharga US$8,5 juta, sekitar Rp152,6 miliar, ia meraih tiga gelar juara dunia dan menjadi salah satu kuda betina paling berpengaruh dalam sejarah pacuan kuda Amerika.
Royal Delta mengukir namanya sebagai salah satu legenda pacuan kuda Amerika Serikat. Di bawah asuhan pelatih Bill Mott, ia meraih tiga penghargaan Eclipse Award dan memenangkan Breeders’ Cup Distaff dua kali berturut-turut, pada 2011 dan 2012.
Perjalanan kariernya memasuki babak baru ketika Benjamin Leon, pemilik Besilu Stables, membelinya dalam lelang Keeneland November 2011 dengan harga US$8,5 juta, setara sekitar Rp152,6 miliar berdasarkan kurs US$1 sekitar Rp17.948. Harga tersebut menjadikannya salah satu kuda betina termahal pada masanya.
Investasi itu menghasilkan pengalaman yang tak terlupakan. Setelah berpindah kepemilikan, Royal Delta memenangkan sejumlah balapan bergengsi, termasuk Fleur de Lis, Delaware Handicap, dan Beldame Stakes. Pada 2012, ia kembali menjuarai Breeders’ Cup Ladies’ Classic, sekaligus mengukuhkan statusnya sebagai juara kuda betina dewasa terbaik.
Royal Delta mengakhiri karier balap pada 2013 dengan catatan 12 kemenangan dari 22 penampilan, termasuk enam kemenangan di balapan Grade 1, serta pendapatan sebesar US$4.811.126 atau sekitar Rp86,4 miliar.
Meski pendapatan balapnya tidak menutup harga pembeliannya, nilai Royal Delta bagi pemiliknya jauh melampaui angka finansial. Ia menghadirkan prestasi, kebanggaan, dan momen bersejarah yang sulit diukur dengan uang.
Royal Delta kemudian masuk Racing Hall of Fame pada 2019. Sayangnya, ia meninggal pada Februari 2017 akibat komplikasi setelah melahirkan anak pertamanya di Irlandia.
Kisah Royal Delta menjadi bukti bahwa warisan seekor kuda juara tidak hanya ditentukan oleh harga lelang atau jumlah hadiah yang dikumpulkan, tetapi juga oleh prestasi, konsistensi, dan pengaruhnya terhadap sejarah olahraga.
Install SARGA.CO News
sarga.co