SARGA.CO - Kuda betina muda Monroe Walk membidik kemenangan terbesar dalam kariernya pada G1 Shuka Sho 2026 yang digelar Minggu 18 Oktober di Kyoto Racecourse, Jepang.
Dengan rekor sempurna empat kemenangan dari empat penampilan, ia berpeluang merebut gelar bergengsi sekaligus menutup musim balap tiga tahun dengan prestasi gemilang.
Balapan sejauh 2.000 meter di lintasan rumput ini merupakan leg terakhir dari rangkaian Fillies’ Triple Crown Jepang. Total hadiah yang diperebutkan mencapai hampir 250 juta yen, dengan hadiah juara pertama sebesar 110 juta yen atau sekitar Rp12,1 miliar.
Persaingan tahun ini semakin terbuka setelah dua juara klasik musim semi, Star Anise dan Juryoku Pierrot, dipastikan tidak tampil. Star Anise sebelumnya mengikuti Sprinters Stakes, sedangkan Juryoku Pierrot mundur karena sakit.
Monroe Walk Kembali Perkasa
Monroe Walk sempat melewatkan dua balapan klasik musim semi akibat cedera patah tulang. Namun, setelah kembali berlomba pada Juni, ia langsung menunjukkan perkembangan impresif dengan meraih dua kemenangan di Hakodate.
Performa terbaiknya terlihat saat menjuarai G2 Rose Stakes pada September. Ia menang dengan keunggulan tiga panjang atas Enne, sekaligus memperkuat peluangnya meraih gelar G1 pertama.
Jika kembali menang, Monroe Walk akan menjadi kuda betina tak terkalahkan pertama yang menjuarai Shuka Sho sejak Fine Motion pada 2002. Ia juga berpeluang mengikuti jejak Fine Motion sebagai pemenang yang tidak memiliki pengalaman di balapan klasik musim semi.
Dream Core dan Garavogue Siap Menantang
Dream Core menjadi salah satu pesaing utama setelah finis kedua di Japanese Oaks. Dengan tiga kemenangan dari tujuh penampilan, ia memiliki pengalaman di berbagai jarak dan akan ditunggangi Christophe Lemaire.
Garavogue juga patut diperhitungkan. Runner-up Oka Sho tersebut kembali berlomba setelah absen lebih dari enam bulan akibat masalah pada kaki depan kanannya. Meski kebugaran dan jarak 2.000 meter menjadi tantangan, kualitasnya di level tertinggi tidak bisa diabaikan.
Selain keduanya, Master Soarer datang dengan modal kemenangan di G2 Shion Stakes pada September. Ia akan ditunggangi joki senior Yutaka Take, sementara Enne, La Belle Scene, dan Sweet Happiness turut meramaikan persaingan.
Strategi di Kyoto Jadi Penentu
Sebanyak 18 kuda betina berusia tiga tahun diperkirakan bersaing membawa beban 55 kilogram. Karakter lintasan bagian dalam Kyoto, dengan jarak hanya sekitar 300 meter dari gerbang start menuju tikungan pertama, membuat posisi awal dan strategi joki menjadi faktor penting.
Balapan dijadwalkan mulai pukul 15.40 waktu Jepang atau 13.40 WIB.
Dengan absennya dua juara klasik musim semi, Shuka Sho 2026 menjadi kesempatan bagi nama baru untuk merebut mahkota. Kini, perhatian tertuju pada Monroe Walk: mampukah sang bintang yang belum terkalahkan mempertahankan rekor sempurnanya dan menaklukkan panggung terbesar musim ini?
Install SARGA.CO News
sarga.co