SARGA.CO - Era 1970-an menjadi salah satu masa keemasan dalam sejarah pacuan kuda Amerika Serikat. Di tengah dominasi nama-nama besar seperti Secretariat, Forego, dan Ruffian, terdapat tiga kuda yang juga mencatatkan prestasi luar biasa: Susan’s Girl, Chris Evert, dan Wajima.
Ketiganya memiliki perjalanan berbeda, mulai dari kuda betina tangguh yang mencetak rekor pendapatan hingga kuda jantan berharga fantastis yang membuktikan kualitasnya di lintasan. Kisah mereka kembali diangkat oleh America’s Best Racing sebagai bagian dari penghormatan terhadap legenda pacuan kuda yang terkadang luput dari sorotan.
1. Susan’s Girl, Kuda Betina dengan Pendapatan Rp22,5 Miliar
Susan’s Girl lahir pada 23 Maret 1969 dan menjalani karier dengan total 63 kali start. Salah satu pencapaian terbesarnya adalah memenangkan Kentucky Oaks 1972, salah satu perlombaan paling bergengsi bagi kuda betina berusia tiga tahun di Amerika Serikat.
Pada musim yang sama, ia meraih gelar Eclipse Award sebagai kuda betina berusia tiga tahun terbaik. Ia kemudian terus menunjukkan konsistensi hingga usia enam tahun, meskipun sempat mengalami patah tulang sesamoid yang mengancam kariernya.
Susan’s Girl menutup karier dengan total hadiah US$1.251.667, atau sekitar Rp22,5 miliar. Ia menjadi kuda betina pertama di Amerika Utara yang mencatatkan pendapatan hadiah lebih dari US$1 juta.
Prestasinya mengantarkannya masuk ke National Museum of Racing and Hall of Fame pada 1976. Setelah pensiun, ia juga menghasilkan keturunan yang melanjutkan warisan genetiknya.
Nama Chris Evert terinspirasi dari petenis legendaris Amerika Serikat. Namun, di arena pacuan kuda, Chris Evert memiliki prestasinya sendiri.
Pada 1974, kuda betina ini memenangkan tiga perlombaan utama bagi kuda betina berusia tiga tahun di New York, yakni Acorn Stakes, Mother Goose Stakes, dan Coaching Club American Oaks. Rangkaian kemenangan tersebut membuatnya menguasai New York Triple Tiara.
Salah satu penampilan paling mencolok terjadi ketika ia mengalahkan Miss Musket dengan keunggulan sekitar 50 panjang kuda dalam perlombaan di Hollywood Park.
Chris Evert meraih Eclipse Award sebagai kuda betina berusia tiga tahun terbaik pada 1974. Setelah pensiun, warisan keturunannya berlanjut melalui Six Crowns, induk dari Chief’s Crown, juara kuda jantan berusia dua tahun terbaik pada 1984.
Wajima menjadi sorotan sebelum memulai karier profesionalnya. Pada lelang Keeneland 1973, kuda jantan keturunan Bold Ruler ini terjual seharga US$600.000, setara sekitar Rp10,8 miliar. Harga tersebut memecahkan rekor penjualan kuda berusia satu tahun (yearling) pada masa itu.
Ekspektasi terhadap Wajima sangat tinggi. Namun, ia berhasil membuktikan kualitasnya melalui penampilan impresif di lintasan.
Pada 1975, Wajima memenangkan Travers Stakes dengan keunggulan 10 panjang kuda. Ia juga mengalahkan Forego, peraih gelar Horse of the Year 1974, dalam Marlboro Cup Invitational dengan selisih hanya satu kepala kuda.
Sepanjang kariernya, Wajima mencatatkan sembilan kemenangan dari 14 kali start, termasuk empat kemenangan Grade 1, dengan total hadiah US$822.816, atau sekitar Rp14,8 miliar.
Setelah pensiun pada akhir 1975, Wajima dikembangkan sebagai pejantan. Ia menghasilkan 26 pemenang perlombaan stakes dan menjadi bagian penting dari sejarah investasi peternak Jepang di industri pacuan kuda Amerika Utara.
Tiga Nama, Warisan yang Tak Lekang oleh Waktu
Susan’s Girl, Chris Evert, dan Wajima membuktikan bahwa era keemasan pacuan kuda tidak hanya dibentuk oleh nama-nama yang paling populer.
Susan’s Girl dikenang karena daya tahan dan pendapatan hadiahnya yang luar biasa. Chris Evert menunjukkan dominasi di kelompok kuda betina muda, sedangkan Wajima membuktikan bahwa harga pembelian yang fantastis dapat diikuti prestasi nyata di lintasan.
Install SARGA.CO News
sarga.co