SARGA.CO - Ka Ying Rising, salah satu sprinter terbaik dunia, tidak harus berlaga di Royal Ascot untuk membuktikan kelasnya. Di tengah dorongan agar sang juara Hong Kong itu menjajal persaingan di Inggris, ada pertimbangan penting yang lebih utama: menjaga kebugaran, memperpanjang karier, dan memilih target balapan yang paling tepat.
Dalam artikel opini yang diterbitkan Idol Horse, mantan joki sekaligus kolumnis Shane Dye mempertanyakan alasan Ka Ying Rising harus menempuh perjalanan jauh ke Inggris, ketika ia sudah memiliki banyak tantangan dan peluang besar di Hong Kong serta Australia.
Jadwal Padat dan Risiko Perjalanan Jauh
Salah satu alasan utama Ka Ying Rising tidak perlu dipaksakan tampil di Royal Ascot adalah jadwal kompetisi yang padat. Ajang bergengsi di Inggris tersebut berlangsung pada Juni, sementara The Everest di Sydney menjadi target utama pada Oktober. Jika berangkat ke Inggris, Ka Ying Rising harus menjalani perjalanan internasional, kembali ke Hong Kong, beristirahat, lalu mempersiapkan diri untuk berlomba di Australia. Rangkaian perjalanan ini berpotensi mengganggu masa pemulihan sang kuda.
Pelatih David Hayes menilai setiap perjalanan internasional membawa risiko tersendiri. Karena itu, timnya cenderung mempertahankan pola latihan dan kompetisi yang sudah terbukti efektif, alih-alih menambah perjalanan yang tidak benar-benar diperlukan.
Selain faktor kebugaran, hadiah perlombaan juga menjadi pertimbangan penting. The Everest menawarkan total hadiah sebesar AU$20 juta, sedangkan Hong Kong memiliki rangkaian balapan internasional dengan nilai hadiah yang sangat kompetitif.
hadiah lebih besar dibandingkan kemenangan di sejumlah perlombaan sprint bergengsi di Inggris. Artinya, Ka Ying Rising tidak harus pergi jauh untuk mendapatkan persaingan berkualitas sekaligus peluang pendapatan besar.
Bagi timnya, mempertahankan dominasi di Hong Kong dan kembali mengejar kemenangan di The Everest merupakan pilihan yang masuk akal.
Ka Ying Rising telah mencatatkan 24 penampilan hingga artikel tersebut ditulis. Menurut Dye, mempertahankan kondisi fisik dan memperpanjang masa kompetisi sang kuda jauh lebih penting daripada sekadar menambah prestise melalui penampilan di Eropa.
Sejarah pacuan kuda juga menunjukkan bahwa perjalanan internasional tidak selalu berdampak sama pada setiap kuda. Ada yang tetap tampil luar biasa, tetapi ada pula yang mengalami penurunan performa setelah bepergian jauh.
Karena itu, keputusan untuk tidak mengikuti Royal Ascot bukan berarti menghindari persaingan. Sebaliknya, pilihan tersebut dapat menjadi bagian dari strategi menjaga kesehatan dan keberlanjutan karier kuda juara.
Royal Ascot memang memiliki sejarah panjang dan prestise tinggi dalam dunia pacuan kuda. Namun, menurut sudut pandang Dye, kehebatan Ka Ying Rising tidak harus dibuktikan melalui kemenangan di Inggris. Dengan dominasi di Hong Kong dan peluang kembali berkompetisi di The Everest, sang sprinter sudah memiliki panggung besar untuk menunjukkan kemampuannya.
Install SARGA.CO News
sarga.co