SARGA.CO – Harga fantastis seekor kuda kembali mencuri perhatian dunia pacuan. Seekor kuda jantan berusia satu tahun (yearling) keturunan Night Of Thunder terjual seharga 4,6 juta guinea atau sekitar £4,83 juta (setara Rp106 miliar) dalam lelang Tattersalls October Yearling Sale di Newmarket, Inggris, pada 6 Oktober 2026.
Penjualan tersebut mencetak rekor Eropa untuk harga tertinggi seekor yearling jantan sekaligus menjadikannya yearling termahal yang terjual di dunia sepanjang 2026. Di Tattersalls, harga tersebut hanya berada di bawah rekor penjualan seekor yearling betina bernama Al Naamah, yang terjual seharga 5 juta guinea pada 2013.
Kuda muda tersebut dibeli Godolphin, operasi pacuan dan pembiakan milik Sheikh Mohammed, melalui agen bloodstock Anthony Stroud. Proses lelang berlangsung sengit dengan M.V. Magnier dari Coolmore sebagai pesaing utama.
Kuda jantan ini dikembangbiakkan oleh Sunderland Holdings, milik Ling Tsui, dan dibesarkan di Norelands Stud, County Kilkenny, Irlandia.
Peternakan yang dikelola keluarga McCalmont sejak 1912 tersebut memiliki pengalaman lebih dari satu abad dalam industri pembiakan kuda Thoroughbred. Pengalaman panjang itu menjadi salah satu faktor penting dalam mempersiapkan kuda-kuda berkualitas untuk pasar internasional.
Manajer Norelands Stud, Hamish McCalmont, menjelaskan bahwa menghasilkan kuda dengan nilai jual tinggi membutuhkan kombinasi sejumlah faktor, mulai dari pemilihan pejantan dan induk, kecocokan fisik, hasil pemeriksaan kesehatan, hingga penampilan saat diperkenalkan kepada calon pembeli.
“Kita membutuhkan pejantan yang tepat, induk yang tepat, kecocokan fisik, hasil pemeriksaan dokter hewan yang baik, dan penampilan yang meyakinkan,” ujar McCalmont kepada BBC.
Keturunan Pejantan Elite Eropa
Salah satu daya tarik utama kuda tersebut adalah silsilahnya. Ia merupakan anak dari Night Of Thunder, salah satu pejantan terkemuka di Eropa, dengan induk bernama My Astra, putri Lope De Vega.
My Astra sendiri pernah finis sebagai runner-up dalam perlombaan Group 1 Pretty Polly Stakes. Ia juga merupakan saudara seibu dari My Oberon dan My Prospero, dua kuda yang pernah memenangi perlombaan Group 2.
Kombinasi silsilah tersebut memberikan daya tarik tersendiri bagi pembeli, terutama karena kuda ini tidak hanya berpotensi menjadi pelari kompetitif, tetapi juga memiliki peluang dikembangkan sebagai pejantan apabila kelak menunjukkan performa dan kualitas yang sesuai.
Manajer peternakan Matt Gilsenan turut memuji perkembangan kuda tersebut. Menurutnya, sang yearling merupakan individu menonjol dari pejantan berkualitas tinggi dan induk yang juga memiliki rekam jejak di level elite.
Harga lebih dari Rp100 miliar tentu menghadirkan ekspektasi tinggi. Namun, dalam dunia pacuan kuda, silsilah unggul dan penampilan fisik yang menjanjikan belum menjamin kesuksesan di lintasan.
Nilai sesungguhnya dari investasi Godolphin baru akan terlihat ketika kuda tersebut mulai berkompetisi. Ia harus membuktikan kemampuan, daya tahan, dan konsistensinya menghadapi persaingan.
Meski demikian, pembelian ini memperlihatkan betapa besarnya investasi yang bersedia dikeluarkan pelaku industri untuk mendapatkan calon bintang masa depan.
Install SARGA.CO News
sarga.co