SARGA.CO - Pacuan kuda selalu menghadirkan kejutan, bahkan ketika seekor kuda berstatus favorit. Salah satu duel paling menegangkan terjadi pada Breeders’ Cup Turf 2019, ketika Bricks and Mortar harus berjuang hingga detik terakhir untuk mengamankan kemenangan tipis atas United di Santa Anita Park, Amerika Serikat.
Kisah dramatis ini kembali diangkat oleh America’s Best Racing dalam seri Breeders’ Cup Fantastic Finishes: A Nail-Biter of a Coronation, yang menyoroti akhir perlombaan penuh ketegangan tersebut.
Bricks and Mortar, Favorit yang Tak Menyerah
Menjelang perlombaan pada 2 November 2019, Bricks and Mortar datang dengan catatan impresif. Kuda berusia lima tahun tersebut telah memenangkan lima balapan dari lima penampilan sepanjang musim 2019 dan menjadi salah satu kandidat kuat untuk meraih gelar Horse of the Year.
Dilatih oleh Chad Brown dan ditunggangi joki Irad Ortiz Jr., Bricks and Mortar memasuki gerbang start sebagai favorit. Namun, persaingan di lintasan sejauh 1½ mil atau sekitar 2.400 meter itu ternyata jauh dari kata mudah.
Tantangan terbesarnya justru datang dari United, kuda yang dilatih Richard Mandella dan ditunggangi Flavien Prat. United merupakan kuda yang tidak diunggulkan.
Memasuki lintasan lurus menjelang finis, United berhasil menemukan ruang untuk melaju dan sempat mengambil keunggulan tipis. Bricks and Mortar yang berada di belakang kemudian melancarkan akselerasi untuk mengejar lawannya.
Keduanya terlibat pertarungan sengit hingga mendekati garis finis. United memberikan perlawanan kuat, tetapi Bricks and Mortar menunjukkan daya juang luar biasa dan berhasil melewati garis finis lebih dahulu dengan keunggulan hanya satu kepala kuda (by a head).
Kemenangan tersebut menyempurnakan musim Bricks and Mortar menjadi enam kemenangan dari enam penampilan pada 2019. Ia juga meraih gelar Horse of the Year di Amerika Serikat pada tahun yang sama.
Kebangkitan Sang Juara setelah Cedera
Di balik keberhasilannya, Bricks and Mortar memiliki kisah perjuangan yang tak kalah menarik. Cedera pada bagian hock atau area sendi kaki belakang ketika berusia tiga tahun membuatnya harus menepi selama 14 bulan setelah menjalani operasi besar.
Peluang keberhasilan pemulihannya bahkan diperkirakan hanya sekitar 50 persen oleh dokter bedah yang menangani kasusnya. Namun, Bricks and Mortar berhasil kembali ke lintasan dan justru menjalani musim terbaik dalam kariernya.
Sementara itu, United juga melanjutkan karier dengan sejumlah prestasi setelah finis sebagai runner-up. Ia kemudian memenangkan beberapa balapan Grade 2, membuktikan bahwa penampilan impresif di Breeders’ Cup menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan kariernya.
Install SARGA.CO News
sarga.co