SARGA.CO - Lost in the Fog merupakan salah satu sprinter paling memukau dalam sejarah pacuan kuda Amerika Serikat. Kariernya singkat, tetapi dipenuhi kemenangan besar sebelum kanker merenggut nyawanya pada usia hanya empat tahun.
Lahir pada 2002, Lost in the Fog dilatih Greg Gilchrist dan sebagian besar ditunggangi joki legendaris Russell Baze. Ia langsung menunjukkan kecepatan luar biasa dengan memenangkan 10 balapan pertamanya secara beruntun.
Pada 2005, reputasinya semakin besar setelah memenangkan sejumlah balapan stakes bergengsi. Puncaknya terjadi di Grade 1 King’s Bishop Stakes di Saratoga. Lost in the Fog tampil dominan dan menang hampir lima panjang kuda, sekaligus mencatat kemenangan Grade 1 pertama bagi Baze di luar California.
Rangkaian kemenangan tersebut membuatnya menjadi favorit kuat pada Breeders’ Cup Sprint 2005. Namun, untuk pertama kalinya dalam kariernya, ia gagal menang dan finis ketujuh. Kekalahan itu sempat dianggap sebagai akibat dari jadwal balapan dan perjalanan panjangnya.
Lost in the Fog kemudian kembali menang pada Grade 3 Aristides Breeders’ Cup Handicap di Churchill Downs pada Juni 2006. Sayangnya, beberapa bulan kemudian terungkap bahwa ia menderita kanker dengan sejumlah tumor besar yang tidak dapat dioperasi. Upaya pengobatan dilakukan, tetapi kondisinya terus memburuk. Pada 17 September 2006, Lost in the Fog akhirnya dieutanasia.
Ia menutup karier dengan 11 kemenangan dari 14 start, satu kali finis kedua, dan hadiah sekitar Rp15,7 miliar berdasarkan konversi dari 978.099 dolar AS. Ia juga dinobatkan sebagai juara sprinter pada Eclipse Awards 2005.
Meski kariernya berakhir terlalu cepat, Lost in the Fog tetap dikenang sebagai sprinter luar biasa yang memiliki kecepatan dan keberanian istimewa. Tragedi terbesar dalam kisahnya bukanlah kekalahan di lintasan, melainkan kenyataan bahwa dunia pacuan kuda tidak pernah sempat mengetahui seberapa jauh sebenarnya kemampuan sang juara.
(Sumber: americasbestracing.net)
Install SARGA.CO News
sarga.co