SARGA.CO - Dunia balap kuda kembali menyoroti para legenda setelah America’s Best Racing menerbitkan daftar lima juara terbaik Breeders’ Cup Classic sepanjang masa pada 13 Oktober 2026. Dalam ulasan yang ditulis Brian Zipse, Cigar menempati posisi pertama berkat rekam jejak kemenangan yang luar biasa dan konsistensinya di level tertinggi.
Breeders’ Cup Classic merupakan salah satu balapan paling bergengsi dalam kalender balap kuda Amerika Serikat. Sepanjang sejarahnya, ajang ini telah melahirkan banyak juara dunia dan kuda yang kemudian masuk Hall of Fame. Karena itu, menentukan lima yang terbaik bukanlah perkara mudah.
Penilaian Zipse didasarkan pada kualitas dan pencapaian keseluruhan setiap kuda sepanjang kariernya, sedangkan penampilan di Breeders’ Cup Classic menjadi faktor pembeda apabila diperlukan.
Cigar dinobatkan sebagai yang terbaik berkat dominasinya pada musim 1995. Setelah beralih dari balapan rumput ke lintasan tanah, performanya meningkat drastis. Ia mencatat rekor sempurna, 10 kemenangan dari 10 balapan dalam satu musim, termasuk kemenangan di Breeders’ Cup Classic 1995. Cigar juga meraih gelar Horse of the Year dua kali dan pensiun sebagai salah satu kuda pacu dengan pendapatan terbesar di Amerika.
Sunday Silence dikenal melalui rivalitas legendarisnya dengan Easy Goer. Pada 1989, ia memenangi Kentucky Derby, Preakness Stakes, dan Breeders’ Cup Classic. Dari 14 penampilan sepanjang kariernya, ia tidak pernah finis di bawah posisi kedua. Setelah pensiun, pengaruhnya semakin besar melalui dunia pembiakan kuda di Jepang.
3. American Pharoah (2015)
American Pharoah mengukir sejarah sebagai kuda pertama dalam 37 tahun yang menyapu bersih Triple Crown Amerika Serikat. Ia kemudian mempertegas statusnya sebagai legenda dengan kemenangan dominan di Breeders’ Cup Classic 2015. Prestasi tersebut menjadikannya satu-satunya kuda yang meraih Grand Slam, yakni Triple Crown ditambah kemenangan Breeders’ Cup Classic.
Alysheba menutup kariernya dengan kemenangan impresif di Breeders’ Cup Classic 1988. Sebelumnya, ia telah menjuarai Kentucky Derby dan Preakness Stakes pada 1987. Dengan sembilan kemenangan di balapan Grade 1, Alysheba membuktikan kualitasnya sebagai salah satu kuda pacu paling konsisten pada masanya.
Tiznow menempati posisi kelima sekaligus menjadi satu-satunya kuda yang berhasil memenangi Breeders’ Cup Classic dua kali. Kemenangan pertamanya pada 2000 diraih setelah pertarungan sengit melawan Giant’s Causeway. Setahun kemudian, ia kembali berjaya meski sempat mengalami masalah punggung dan kekalahan dalam dua balapan sebelum tampil di ajang tersebut.
Sorotan juga tertuju pada Forever Young, bintang asal Jepang yang berpeluang bergabung dengan Tiznow sebagai kuda kedua yang memenangi Breeders’ Cup Classic dua kali. Menjelang edisi 31 Oktober 2026 di Keeneland, Brian Zipse menilai Forever Young belum masuk lima besar sepanjang masa.
Namun, kemenangan kedua atas para kuda pacu terbaik dunia dapat mengubah penilaian tersebut dan memperkuat posisinya dalam sejarah balap kuda internasional.
Install SARGA.CO News
sarga.co