SARGA.CO - Kontingen pacuan kuda Sulawesi Utara (Sulut) secara meyakinkan berhak tampil sebagai peraih Piala Bergilir Presiden Republik Indonesia dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pacuan Kuda Tahun 2026 yang diselenggarakan Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP PORDASI).
Penyerahan Piala Bergilir Presiden RI dari Ketua Umum PP PORDASI Aryo PS Djojohadikusumio kepada kontingen Sulut dilakukan di sela kejuaraan IHR Kejurnas Pacuan Kuda PORDASI Seri II 2026 yang digelar di Lapangan Pacuan Kuda Maesa Tompaso, Sulawesi Utara pada Sabtu, 24 Oktober 2026.
Dari dua seri Kejurnas Pacuan Kuda 2026 yang diselenggarakan PP PORDASI bersama SARGA.CO dalam rangkaian Indonesia's Horse Racing (IHR) 2026, kontingen Sulut meraih 149 poin, jauh di atas para pesaingnya
Kontingen Jawa Barat berhasil mempertahankan posisi kedua dengan meraih poin 44,5, disusul Papua Selatan sebanyak 39,5 poin, dan Jawa Tengah dengan 33,5 poin.
Sementara kontingen Daerah Khusus Jakarta yang setahun lalu tampil sebagai peraih Piala Bergilir Presiden RI harus melorot tajam ke posisi kelima dengan hanya meraih 24 poin
Dari data pengumpulan angka Kejurnas ke-60 Pacuan Kuda Pordasi Tahun 2026 yang dikeluarkan Dewan Steward dengan ketua H Katompo dan Hakim pacuan Recky Tewu, kemenangan kontingan Sulut terutama berasal dari kemenanganan yang diperoleh selama Kejuaraan IHR Kejurnas Pordasi Seri II 2026.
Di kejuaraan ini, kuda-kuda perwakilan Sulut memperoleh poin dari seluruh kelas pertandingan dengan total mencapai 91 poin.
Ditambah dengan kemenangan yang diraih selama Kejurnas Seri I di Pangandaran, Jawa Barat pada 27 Juli 2027 lalu sebanyak 58 poin, kontingen Sulut meraih total sebanyak 149 poin atau tertingggi di antara daerah lainnya.
Sedangkan Kontingen Jabar yang meraih posisi kedua hanya berhasil mengumpulkan 8 poin. Raihan ini jauh dibandingkan perolehan mereka pada Kejurnas Seri I yang digelar di Lapangan Pacuan Kuda Legok Jawa, Pangandaran yang mendapat 36,5 poin.
Seperti diketahui, IHR Kejurnas Pacuan Kuda PORDASI ke-60 Seri II 2026 mempertandingkan 16 kelas, terdiri dari 10 kelas Pacuan Utama dan enam kelas Pacuan Tambahan.
Pada kelompok Pacuan Utama, hadiah terbesar mencapai Rp90 juta untuk Kelas A Terbuka 2.200 meter dan Kelas A Sprint 1.300 meter. Sementara kelas B masing-masing menawarkan hadiah Rp70 juta, disusul Kelas C Rp50 juta dan Kelas D Rp40 juta.
Sebagai salah satu kegiatan dari event IHR 2026, Kejurnas Seri II memiliki posisi penting dalam kalender pacuan kuda nasional 2026. Jika Indonesia Derby menjadi puncak utama dalam rangkaian pacuan tahunan, terutama bagi kuda kelompok umur, maka Seri II menjadi salah satu panggung terbesar berikutnya bagi kuda-kuda terbaik Indonesia, utamanya bagi para jagoan kelompok ukuran.
Pertarungan di Seri II juga tidak hanya menentukan siapa yang menjadi juara di masing-masing kelas. Poin dari kelas-kelas Kejurnas Seri I dan Seri II akan diakumulasikan untuk menentukan Juara Umum Kontingen.
Pada Seri II, kontingen dengan akumulasi poin tertinggi dari Seri I dan Seri II berhak memboyong Piala Bergilir Presiden RI. Perjalanan menuju Tompaso bukan sekadar perjalanan menuju satu akhir pekan balapan. Bagi kontingen dan stable yang mengejar gelar juara umum, setiap posisi finis dapat memiliki arti hingga penghitungan poin terakhir.
Install SARGA.CO News
sarga.co