SARGA.CO - Dunia pacuan kuda internasional berduka atas kematian Early Voting, juara G1 Preakness Stakes 2022 yang meninggal dunia pada 20 Oktober 2026 di usia tujuh tahun. Kuda jantan tersebut terpaksa menjalani eutanasia setelah mengalami kolik akut yang tidak dapat dipulihkan.
Kabar duka ini diumumkan oleh Dr. Padraig O’Casaigh, peneliti veteriner yang pada Juli 2026 mengakuisisi 90 persen kepemilikan Early Voting. Kepergiannya menjadi kehilangan besar, terutama ketika kariernya sebagai pejantan mulai menunjukkan hasil menjanjikan.
Juara Preakness Stakes dengan Hadiah Lebih dari Rp22 Miliar
Early Voting merupakan keturunan pejantan Gun Runner dari indukan Amour d’Ete, kuda betina keturunan Tiznow. Ia dibeli oleh Klaravich Stables milik Seth Klarman seharga US$200.000 atau sekitar Rp3,32 miliar dalam lelang Keeneland September Yearling Sale 2020.
Namanya melejit pada 2022 setelah menjuarai G1 Preakness Stakes bersama joki Jose Ortiz. Dalam perlombaan tersebut, Early Voting mengalahkan Epicenter dengan keunggulan 1¼ panjang kuda.
Sepanjang kariernya, ia mencatatkan tiga kemenangan dari enam kali start dengan total pendapatan US$1.372.500 atau sekitar Rp22,78 miliar. Preakness Stakes menjadi puncak prestasinya sebelum pensiun dari lintasan pada 2022.
Sempat Hadapi Masalah Reproduksi, Bangkit sebagai Pejantan
Early Voting memulai karier sebagai pejantan di Ashford Stud pada 2023. Namun, ia sempat menghadapi masalah reproduksi berupa anejaculatory syndrome, kondisi ketika kuda jantan tidak mampu mengeluarkan sperma meski menunjukkan perilaku seksual normal.
Setelah berpindah ke Taylor Made Stallions pada 2024, penanganan yang dilakukan timnya berhasil memulihkan fungsi reproduksinya. Early Voting kemudian membuahi 77 kuda betina pada 2024, 64 pada 2025, dan 89 pada 2026.
Kebangkitan tersebut diikuti perkembangan positif dari keturunannya. Miss Monica menjadi salah satu bintang awal setelah menjuarai G1 Del Mar Debutante Stakes pada September 2026. Sementara itu, He Is No Lie juga menunjukkan potensi melalui sejumlah hasil kompetitif.
Hingga meninggal dunia, Early Voting berada di peringkat ketujuh daftar pejantan generasi pertama di Amerika Utara berdasarkan pendapatan keturunannya, dengan total US$1.246.672 atau sekitar Rp20,70 miliar. Keturunannya telah menghasilkan 13 pemenang dari 41 kuda yang berlomba.
Warisan yang Tetap Hidup
Sebelum kematiannya, biaya jasa pejantan Early Voting untuk musim kawin 2027 telah diumumkan sebesar US$50.000 atau sekitar Rp830 juta, naik dari US$12.500 atau Rp207,5 juta pada 2026.
Kepergian Early Voting mengakhiri perjalanan yang penuh dinamika, mulai dari kejayaan di arena pacuan, perjuangan mengatasi masalah reproduksi, hingga awal karier pejantan yang menjanjikan.
Meski waktunya sebagai pejantan relatif singkat, keberhasilan keturunannya memberikan harapan bahwa warisan sang juara Preakness Stakes akan terus hidup melalui generasi kuda pacu berikutnya. (Sumber: Paulick Report)
Install SARGA.CO News
sarga.co