SARGA.CO - Monroe Walk menorehkan kisah comeback luar biasa dengan menjuarai G1 Shuka Sho 2026 di Kyoto Racecourse, Jepang, Minggu 18 Oktober 2026. Setelah absen dari dua balapan klasik musim semi akibat cedera patah kaki, kuda betina berusia tiga tahun itu kembali dengan gemilang, sekaligus memecahkan rekor waktu perlombaan.
Ditunggangi Keita Tosaki, Monroe Walk menaklukkan 16 pesaing lainnya dan mengalahkan Garavogue dengan selisih tipis satu leher kuda. Ia mencatatkan waktu 1 menit 56,1 detik untuk jarak 2.000 meter, mempertajam rekor sebelumnya, 1 menit 56,9 detik, milik Mikki Queen.
Kemenangan ini juga mempertahankan rekor sempurna Monroe Walk, yakni lima kemenangan dari lima kali start, sekaligus menjadi gelar Grup 1 (G1) pertamanya.
Bangkit dari Cedera, Tak Terkalahkan di Lima Balapan
Perjalanan Monroe Walk tidak selalu mulus. Setelah memenangi debutnya di Niigata pada Agustus 2025, putri pejantan Kizuna tersebut mengalami patah kaki yang membuatnya harus melewatkan Oka Sho dan Yushun Himba, dua balapan klasik utama bagi kuda betina Jepang.
Monroe Walk kembali berlomba pada Juni 2026 dan langsung meraih kemenangan di Hakodate. Ia kemudian menjuarai Kamomejima Tokubetsu pada Juli, sebelum memperkuat reputasinya lewat kemenangan G2 Rose Stakes pada September.
Puncaknya terjadi di Shuka Sho, ketika ia membuktikan mampu bersaing di level tertinggi meski baru pertama kali berlomba pada jarak 2.000 meter.
Duel Sengit hingga Garis Finis
Dalam perlombaan yang diikuti 17 kuda, Monroe Walk memulai balapan dengan baik dan bertahan di posisi kelima sebelum meningkatkan kecepatan menjelang tikungan terakhir.
Garavogue sempat mengambil alih pimpinan di lintasan lurus, tetapi Monroe Walk terus menekan dari sisi luar. Sekitar 100 meter menjelang finis, ia berhasil merebut keunggulan dan mempertahankannya hingga garis akhir. Garavogue finis kedua, disusul Dream Core di posisi ketiga.
Kemenangan tersebut menjadikan Monroe Walk sebagai kuda betina keempat yang menjuarai Shuka Sho dengan rekor tak terkalahkan, mengikuti jejak Fine Motion (2002), Kawakami Princess (2006), dan Daring Tact (2020).
Pelatih Hiroyuki Uemura meraih gelar G1 JRA keempat sepanjang kariernya, sedangkan bagi Tosaki, kemenangan ini merupakan gelar G1 JRA ke-15 sekaligus kemenangan keduanya di Shuka Sho.
Monroe Walk dibesarkan oleh Northern Racing dan dimiliki M’s Racing. Ia merupakan keturunan Kizuna dari induk Amphitrite, yang pernah menjuarai G1 Thousand Guineas di Australia pada 2018.
Setelah melewati cedera serius dan kehilangan kesempatan tampil di dua balapan klasik musim semi, Monroe Walk kini membuktikan kualitasnya melalui kemenangan bersejarah. Dengan catatan lima kemenangan tanpa kekalahan dan rekor waktu baru di Kyoto, ia menjadi salah satu kuda betina muda yang patut diperhitungkan dalam persaingan pacuan kuda Jepang. (Sumber: Idol Horse)
Install SARGA.CO News
sarga.co