SARGA.CO – Kabar besar datang dari dunia pacuan kuda Indonesia. Presiden Prabowo Subianto berencana membangun gelanggang pacuan kuda berskala internasional di Sulawesi Utara (Sulut). Rencana ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk mendorong prestasi sekaligus membuka jalan bagi kuda, joki, dan pelatih Indonesia bersaing di panggung dunia.
Informasi tersebut disampaikan Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus setelah bertemu Presiden Prabowo di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
“Lima hari yang lalu saya dipanggil Pak Presiden ke Hambalang. Salah satu bahasannya adalah beliau akan membangun pacuan kuda berskala internasional di Sulut,” kata Yulius di Gelanggang Pacuan Kuda Maesa Tompaso, Minahasa, seperti dikutip dari Antara.
Rencana tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi ekosistem pacuan kuda Sulawesi Utara, mulai dari peternak, pemilik kuda, joki, pelatih, hingga stable yang selama ini menjadi bagian penting dalam perkembangan olahraga tersebut.
Wacana pembangunan gelanggang internasional ini mencuat setelah Sulawesi Utara mencatat prestasi bersejarah dengan menjadi juara umum Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pacuan Kuda Pordasi ke-60.
Gelar tersebut dipastikan berdasarkan akumulasi hasil Seri I di Pangandaran, Jawa Barat, dan Seri II Indonesia’s Horse Racing (IHR) Kejurnas Pacuan Kuda Pordasi di Tompaso, Sulawesi Utara, yang berlangsung pada Sabtu 24 Oktober 2026.
Sulawesi Utara mengumpulkan 149 poin untuk mengamankan posisi teratas sekaligus membawa pulang Piala Presiden. Jawa Barat menempati posisi kedua dengan 44,5 poin, diikuti Papua Selatan dengan 39,5 poin, Jawa Tengah dengan 33,5 poin, dan DKI Jakarta dengan 24 poin.
“Sulut juara umum dan meraih Piala Presiden, ini sejarah,” ujar Yulius.
Menurutnya, keberhasilan tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan dan meningkatkan kualitas olahraga berkuda di daerahnya.
Yulius menegaskan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara akan mendukung pengembangan pacuan kuda melalui peningkatan fasilitas serta pembinaan atlet dan pelatih, baik secara fisik maupun nonfisik.
Dukungan tersebut mencakup pembekalan untuk meningkatkan kemampuan joki dan atlet agar mampu tampil kompetitif di tingkat nasional. Pemerintah daerah juga ingin memastikan pemilik kuda, stable, pelatih, serta pihak-pihak lain yang terlibat dalam ekosistem pacuan kuda memperoleh dukungan untuk berkembang.
“Kita yakin kuda-kuda Sulut, joki dan pelatih tidak hanya akan tinggal di sini, akan tetapi go international,” katanya.
Jika terealisasi, gelanggang bertaraf internasional di Sulawesi Utara berpotensi menjadi fasilitas penting untuk mendukung penyelenggaraan kompetisi berkualitas tinggi sekaligus membuka peluang bagi atlet dan kuda pacu lokal untuk mendapatkan pengalaman bertanding dengan standar yang lebih luas.
Meski demikian, rincian pembangunan, termasuk lokasi pasti, jadwal pelaksanaan, desain fasilitas, dan anggaran, belum disampaikan dalam keterangan tersebut.
Yulius juga mengapresiasi ketatnya persaingan pada Kejurnas Pacuan Kuda Pordasi ke-60 Seri II di Tompaso. Kontingen dari berbagai provinsi mengirimkan peserta terbaik mereka sehingga sejumlah perlombaan berlangsung sengit dengan selisih finis yang sangat tipis.
“Masing-masing provinsi mengirimkan yang terbaik. Tadi kita bisa melihat jarak setiap event kadang hanya setengah badan, setengah kepala. Kejurnas kali ini sangat ketat, termasuk penonton,” ujarnya.
Persaingan tersebut menunjukkan besarnya potensi pacuan kuda Indonesia yang dapat terus dikembangkan melalui kompetisi berjenjang, pembinaan berkelanjutan, serta dukungan infrastruktur yang memadai.
Bagi Sulawesi Utara, keberhasilan meraih juara umum dan rencana pembangunan gelanggang internasional menjadi dua momentum penting. Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan prestasi di lintasan menjadi fondasi industri pacuan kuda yang lebih kuat, profesional, dan mampu melahirkan prestasi hingga tingkat internasional.
Install SARGA.CO News
sarga.co