SARGA.CO – Cosmic Crusader membuktikan ketangguhannya dengan menjuarai balapan bergengsi G1 W.S. Cox Plate 2026 di Flemington, Australia, Sabtu 24 Oktober Kemarin. Kuda berusia enam tahun itu sukses mencetak prestasi luar biasa hanya tujuh hari setelah finis keempat di Caulfield Cup sejauh 2.400 meter.
Ditunggangi joki andalan Australia Barat, William Pike, Cosmic Crusader menaklukkan jarak 2.040 meter dalam waktu 2 menit 3,30 detik. Ia melesat pada detik-detik terakhir, melewati Birdman yang sempat memimpin dan Aeliana yang akhirnya finis di posisi ketiga. Sementara itu, Ceolwulf menempati urutan keempat.
Kemenangan ini terasa semakin istimewa karena Cox Plate untuk pertama kalinya digelar di Flemington, bukan di markas tradisionalnya, Moonee Valley, yang sedang menjalani pembangunan kembali.
Gelar Cox Plate menjadi pencapaian penting bagi William Pike, salah satu joki terbaik Australia, yang akhirnya berhasil menambahkan trofi prestisius tersebut ke dalam koleksi kariernya.
Di balik kemenangan itu, pelatih Andrea Leek juga menorehkan sejarah. Ia menjadi pelatih perempuan kedua yang berhasil menjuarai Cox Plate, menyusul Moira Murdoch yang membawa Solvit meraih kemenangan pada 1994.
Prestasi Leek semakin mengesankan karena ia hanya menangani 18 kuda di kandangnya. Ia mengambil kendali penuh atas stable pada awal tahun ini setelah suaminya, John, dijatuhi larangan beraktivitas selama tiga tahun akibat pelanggaran terkait prosedur pemberian cairan melalui selang lambung pada kuda.
Meski menghadapi situasi sulit, Leek tetap mengawal Cosmic Crusader dalam kampanye balapan musim semi yang menjadi salah satu perjalanan terbesar dalam karier kuda tersebut.
“Saya merasa seperti orang yang tidak pantas berada di sini,” ujar Leek seusai balapan. Ia mengaku membutuhkan waktu untuk benar-benar memahami besarnya pencapaian tersebut, sekaligus menyampaikan bahwa suaminya akan menjadi orang yang paling bahagia atas keberhasilannya.
Tujuh Hari yang Mengubah Segalanya
Jeda hanya tujuh hari antara Caulfield Cup dan Cox Plate merupakan tantangan berat bagi seekor kuda. Namun, Cosmic Crusader justru tampil lebih baik daripada pekan sebelumnya.
“Saya mengatakan kepada pemiliknya, Bob Peters, pagi ini bahwa kondisinya lebih baik daripada pekan lalu,” kata Leek.
Balapan berlangsung dengan tempo tinggi. Birdman sempat terlihat berada di jalur kemenangan, tetapi Pike dengan sabar mengatur posisi Cosmic Crusader sebelum melepaskan akselerasi di lintasan lurus. Perlahan, ia memangkas jarak hingga akhirnya merebut kemenangan menjelang garis finis.
Analis balapan Lizzie Jelfs memuji daya tahan Cosmic Crusader yang mampu kembali tampil prima setelah berlomba di Caulfield Cup. Sementara itu, komentator Bruce McAvaney menyebut Cox Plate tahun ini sebagai edisi yang luar biasa.
Sekitar 35.000 penonton menyaksikan momen bersejarah tersebut di Flemington. Kemenangan Cosmic Crusader bukan sekadar gelar juara, tetapi juga perpaduan ketangguhan kuda, ketepatan strategi joki, dan pencapaian bersejarah seorang pelatih perempuan.
Dari menuntaskan dua balapan besar dalam rentang tujuh hari hingga mengantarkan William Pike meraih Cox Plate pertamanya, Cosmic Crusader menghadirkan kisah yang akan dikenang dalam sejarah pacuan kuda Australia.
Install SARGA.CO News
sarga.co