SARGA.CO – Juara bertahan Forever Young kembali memburu kejayaan di Breeders’ Cup Classic 2026 pada 31 Oktober. Namun, misi mempertahankan gelar tidak akan mudah. Bintang pacuan kuda dirt asal Jepang itu harus menghadapi tujuh pesaing tangguh, termasuk Sovereignty, peraih gelar Horse of the Year Amerika Serikat, serta Golden Tempo, pemenang Kentucky Derby dan Belmont Stakes.
Balapan Grup 1 (G1) sejauh 1¼ mil atau sekitar 2.012 meter ini akan berlangsung di Keeneland, Amerika Serikat, dengan total hadiah US$7 juta (sekitar Rp116,2 miliar), menggunakan asumsi kurs Rp16.600 per dolar AS.
Forever Young menjadi favorit dalam morning line dengan peluang 2-1. Kuda berusia lima tahun putra Real Steel tersebut dilatih Yoshito Yahagi dan akan ditunggangi Ryusei Sakai dari posisi start kelima.
Targetnya tak sekadar mempertahankan gelar, melainkan mengukir sejarah. Jika kembali menang, Forever Young akan menyamai pencapaian Tiznow, satu-satunya kuda yang sejauh ini berhasil menjuarai Breeders’ Cup Classic dua tahun berturut-turut, pada 2000 dan 2001.
Rekam jejak Forever Young menjadi modal kuat. Ia telah mengoleksi 12 kemenangan dari 16 penampilan, termasuk enam kemenangan G1, dengan pendapatan karier lebih dari US$32 juta (Rp531,2 miliar). Ia juga datang dengan bekal kemenangan di Jockey Club Gold Cup pada September.
Meski demikian, Forever Young punya lawan yang tak bisa diremehkan. Magnitude pernah mengalahkannya dalam Dubai World Cup pada Maret lalu, sementara Sovereignty dan Golden Tempo memiliki catatan impresif di lintasan Amerika Serikat.
Sovereignty dan Golden Tempo Jadi Ancaman
Sovereignty menempati posisi favorit kedua dengan morning line 5-2. Kuda berusia empat tahun ini meraih gelar Horse of the Year 2025 setelah memenangkan sejumlah balapan bergengsi, termasuk Kentucky Derby, Belmont Stakes, Jim Dandy Stakes, dan Travers Stakes.
Dilatih Bill Mott dan ditunggangi Junior Alvarado, Sovereignty akan memulai lomba dari gate kedua. Setelah finis kedua di Oaklawn Handicap dan ketiga di Stephen Foster Stakes, ia kembali ke jalur kemenangan lewat Whitney Stakes pada Agustus.
Sementara itu, Golden Tempo datang dengan catatan belum pernah finis di luar tiga besar dalam tujuh penampilan. Kuda putra Curlin yang dilatih Cherie DeVaux dan ditunggangi Jose Ortiz ini juga memiliki kemenangan di Kentucky Derby dan Belmont Stakes.
Golden Tempo akan start dari gate ketiga. Tantangan terbesarnya adalah menghadapi kuda-kuda yang lebih tua untuk pertama kalinya. Namun, gaya berlarinya yang mengandalkan serangan di fase akhir dapat menjadi keuntungan apabila para pemimpin lomba menghabiskan terlalu banyak tenaga sejak awal.
Magnitude Incar Balas Dendam, Knightsbridge Siap Menekan
Magnitude, dengan peluang 6-1, menjadi salah satu penantang paling menarik. Kuda berusia empat tahun yang dilatih Steve Asmussen ini mengalahkan Forever Young di Dubai World Cup, lalu menambah koleksi kemenangannya lewat Stephen Foster Stakes. Ia juga pernah menjuarai Clark Stakes dan Razorback Stakes.
Setelah finis keenam di Travers Stakes pada Agustus, Magnitude kembali berlaga di Classic dengan Flavien Prat sebagai joki dan gate keenam sebagai posisi start. Kemampuannya memimpin maupun berlari dekat dengan pemimpin lomba dapat menjadi faktor penting.
Knightsbridge juga patut diperhitungkan. Kuda berusia lima tahun putra Nyquist ini meraih kemenangan beruntun di Monmouth Cup dan Pacific Classic. Pada Pacific Classic, ia menang dengan keunggulan 6¼ panjang kuda dalam jarak 1¼ mil.
Dengan peluang 9-2, Knightsbridge akan start dari gate ketujuh bersama joki Luis Saez. Gaya berlarinya yang cenderung berada di depan dapat memengaruhi tempo pacuan sejak awal.
Adapun Napoleon Solo, yang memiliki peluang 15-1, juga dikenal sebagai pelari depan. Kuda berusia tiga tahun ini memenangkan Champagne Stakes 2025 dan Preakness Stakes 2026, sebelum finis kedua di Haskell Stakes dan Travers Stakes. Ia akan memulai lomba dari gate kedelapan dengan John Velazquez sebagai joki.
The Puma dan T O Password Lengkapi Persaingan
The Puma datang dengan peluang 10-1 setelah memenangkan Pennsylvania Derby dan meraih gelar G1 pertamanya. Kuda berusia tiga tahun yang dilatih Gustavo Delgado ini dikenal mampu melakukan serangan dari belakang, sehingga berpotensi diuntungkan apabila tempo awal berlangsung terlalu cepat.
Satu lagi wakil Jepang adalah T O Password, yang memiliki peluang 30-1. Dilatih Daisuke Takayanagi dan ditunggangi Kazushi Kimura, ia pernah finis kelima di Kentucky Derby 2024. Namun, tanpa kemenangan di balapan graded stakes dalam rekornya, T O Password menghadapi tantangan berat melawan deretan juara.
Tempo Pacuan Bisa Menentukan Juara
Persaingan diperkirakan akan sangat dipengaruhi oleh duel kecepatan di awal lomba. Knightsbridge dan Napoleon Solo berpotensi mengambil posisi depan, sementara Magnitude memiliki kemampuan untuk memimpin maupun mengikuti tempo lawan.
Jika persaingan awal berlangsung terlalu cepat, Sovereignty, Golden Tempo, dan The Puma berpeluang memanfaatkan tenaga yang tersisa untuk melancarkan serangan di fase akhir. Forever Young juga telah membuktikan kemampuannya mengatur posisi sebelum melancarkan akselerasi penentu.
Dengan hadiah US$7 juta, Breeders’ Cup Classic 2026 mempertemukan sejumlah nama besar pacuan kuda Amerika Serikat dengan salah satu bintang dirt paling sukses dari Jepang. Bagi Forever Young, kemenangan akan menjadi pencapaian bersejarah sekaligus menegaskan posisinya di antara para juara terbesar dalam sejarah balapan ini.
Install SARGA.CO News
sarga.co